Minggu, 20 November 2022

Praktek Lapangan IV

Mengingat kenangan yang telah lalu adalah hobi saya ketika berada di dalam kesendirian. Seperti halnya saat siang hari ini, kembali saya mengingat kenangan saat Praktek Lapangan IV yang saya jalani pada Bulan Maret 2022 lalu. Rekan - Rekan sekalian, IPDN identik dengan pola pendidikan JarLatSuh. Jar itu sendiri adalah "Pengajaran" yang sehari-hari dilakukan di dalam Kampus dan mengikuti beberapa mata kuliah sesuai dengan program studi yang diambil. Selanjutnya Lat adalah singkatan dari "Pelatihan" yang diimplementasikan nilai ajarnya pada Lingkungan sekitar. Yang terakhir adalah "Suh" yang merupakan pola "Pengasuhan" di dalam kampus, yaitu pola dimana adanya penilaian terhadap kepatuhan, ketaatan terhadap aturan serta atasan dan perilaku yang baik sesama rekan-rekan di dalam kampus. 

Saat ini saya bercerita tentang penerapan nilai-nilai pelatihan di dalam Praktek Lapangan IV yang mana pada saat itu saya mendapat tempat praktek di Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Praktek lapangan ini terdiri atas lima orang dengan rekan saya yaitu Danang dan Gales (dari Jawa Tengah), Dandi Satria (Sumatera Utara) dan Nazmi (Aceh). Masing-masing dari kami membawa program sesuai dengan pelatihan yang selama ini didapatkan dan akan dilaporkan ke Dosen Pembimbing masing-masing.

Saya masih ingat betul pada saat itu saya mengambil judul laporan "Peran Satlinmas dalam Pencegahan dan Penyebaran Virus Covid-19 di Kelurahan Arjuna Kota Bandung". Alasan saya mengambil judul laporan tersebut dikarenakan berkaitan dengan Program Studi yang saya tempuh di IPDN yaitu Praktik Perpolisian Tata Pamong dan berkaitan dengan tema yang ditetapkan oleh Fakultas. Selain itu, kasus Covid-19 saat itu masih ada di Kelurahan Arjuna. Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Pemerintah Kelurahan yang selalu memperhatikan keadaan serta kondisi dari masyarakat sekitar. Dapat dikatakan bahwa usaha yang dilakukan dalam menekan angka terjadinya kenaikan kasus Covid-19 patut untuk dicontoh bagi daerah lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya program "woro-woro" setiap pagi mengelilingi tempat-tempat keramaian yang ada di sekitaran Kelurahan Arjuna untuk mengingatkan warga masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, upaya vaksinasi terhadap masyarakat juga gencar dilakukan dengan upaya jemput bola dan di tempat perbelanjaan. 

Selain itu hal yang saya perhatikan selain daripada peran Satlinmas dalam membantu pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 yaitu peran dari Satlinmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Apresiasi yang begitu tinggi juga saya ucapkan kepada Linmas Kelurahan Arjuna yang aktif menjalankan tugasnya diatas kekurangan yang dimiliki. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah kurangnya partisipasi anak muda untuk bergabung di dalam keanggotaan Linmas. Tapi sejauh itu dari apa yang saya lewati selama menjalankan praktek lapangan di Kelurahan Arjuna terutama dalam penilaian terhadap keanggotaan Linmas dapat saya acungkan jempol. 

Saat malam hari Linmas yang berada di RT/RW Kelurahan Arjuna kompak menjaga lingkungan sekitar dengan melakukan patroli guna mengurangi potensi konflik yang terjadi pada saat malam hari. Alhasil, tingkat kriminal yang terjadi di Kelurahan Arjuna menurun terutama diiringi dengan Pandemi Covid-19 yang terjadi. Selain itu, pada saat Praktek Lapangan IV ini Pemerintah dihadapkan dengan krisis Minyak Goreng yang terjadi. Sebagai bentuk kepedulian maka Satlinmas yang ada di Kelurahan Arjuna pun ikut andil menelusuri Pusat Perbelanjaan, Pasar, Warung yang ada di sekitaran Kelurahan guna mendata ketersediaan minyak goreng di Kelurahan Arjuna. 

Terlepas dari perhatian saya terhadap "Satlinmas/ Linmas" kerjasama antar bidang yang terjadi di Kelurahan Arjuna begitu kompak, terutama dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang dapat saya ambil dan saya implementasikan di daerah saya nanti. Ibu Nunung selaku Lurah Arjuna, Pak Seklur, Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan, Pak Reno, dan Bapak/ Ibu di Kelurahan serta Bapak/ Ibu Ketua RW/RT terima kasih banyak atas perhatian, pelajaran, kerjasama, dan kenangan yang telah diukir selama kami melaksanakan praktik lapangan tersebut. Semoga Kelurahan Arjuna selalu menjadi contoh bagi kelurahan lainnya dan program-program yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik, serta Bapak/Ibu diberikan kesehatan yang lebih agar suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali. 


Kegiatan Woro-Woro dalam rangka sosialisasi protokol kesehatan di Taman Pandawa

Kegiatan Patroli malam di RW 03 Kelurahan Arjuna 

Patroli Malam di Taman Pandawa 

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 01

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 04


Identifikasi konflik yang terjadi di RW 05

Diskusi bersama Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan mengenai Peran Satlinmas 

Sosialisasi Kelurahan Tangguh oleh Damkar Kota Bandung

Mengunjungi Buruan Sae Kelurahan Arjuna

Mengikuti kegiatan Donor Darah

Pertemuan bersama Camat Cicendo


Menjelang perpisahan

Keluarga Besar Kelurahan Arjuna

Penghormatan terhadap Ibu Lurah Arjuna 

CINTAI PEKERJAANMU












Selasa, 15 November 2022

EMPAT TAHUN YANG TERLEWATI

Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis disini, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kesibukan akan skripsi dan permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya yang muncul. Namun terlepas dari itu semua, baru dua malam kemarin saya merasakan kerinduan saya akan tulisan yang saya buat dan pengalaman serta pelajaran yang mungkin baik untuk dibagikan kepada teman-teman semua. 

Di kesempatan kali ini dengan ditemani semilir angin diatas meja bekerja saya ingin mengulang masa-masa terakhir saat saya berada di Kampus IPDN Jatinangor untuk menyelesaikan studi akhir di masa pendidikan ini. Masa-masa akhir dapat dikatakan dengan masa yang penuh kerja keras karena akan menyelesaikan studi dan masa itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Bahkan jika bertemu dengan teman lama pun tak akan sama dengan suasana dan kondisi yang sama halnya di dalam kampus. 

Ada beberapa kerinduan yang saya rasakan semenjak saya menyelesaikan studi tiga bulan terakhir. terutama kepada suasana pagi dengan campuran kabut dan suhu yang dapat dikatakan dingin, selanjutnya dengan siklus kehidupan praja yang terkesan begitu membosankan, dengan menu makanan menza yang sangat diidam-idamkan oleh praja (noted; praja pasti ketawa kalau membaca ini) selanjutnya dengan kehidupan tidur siang bagi Praja Utama dan kehidupan kantin baik itu KSP, KCN, dan terakhir yang baru diresmikan dekat dengan asrama putri yang saya lupa namanya sekarang. selanjutnya kegiatan apel malam yang belum tentu dapat dijamin apakah terbebas dari tindakan atau malah mengikuti kegiatan malam. 

Siklus kehidupan praja yang katanya Praja begitu membosankan namun begitu dirindukan jika tidak berada disana lagi, dan itu yang saya rasakan saat ini. ada beberapa momen yang saya tangkap ketika masa-masa akhir menjalani pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor. 


(Ini adalah foto yang diambil ketika selesai dari foto Angkatan XXIX)




(Ini adalah SokamKu selama 4 tahun, yang tahu akan perjalanan kisah kehidupan di dalam Kampus)


(Srikandi Kelas H-1 Prodi Praktik Perpolisian Tata Pamong)


(Dan ini, adalah orang-orang hebat yang ada di dalam Kelas H-1) 

Kelasku, Kelas H-1 adalah orang-orang yang hebat, segala kisah yang ada di dalamnya mulai dari kehidupan kelas yang sepertinya saat muda praja dan hingga menggunakan teknologi Gmeet atau Zoom untuk melaksanakan proses pembelajaran akibat Covid-19. Jika diingat saat masa pembelajaran tatap muka kehidupan kelas begitu hidup, mulai dari diskusi langsung, seminar, perdebatan, dan bahkan kisah cinta terjadi didalam kelas. mereka adalah anak-anak yang hebat dari berbagai Provinsi, dan senang rasanya ditemukan dengan mereka. Ada yang tukang tidur yang biasanya menempati tempat duduk paling belakang (Yudha, Dafa, Charles, Baron) selanjutnya ada yang pandai berdebat seperti Feliks, Wahid, Adi dan ada yang biasa-biasa saja namun tak biasa yaitu yang sisa-sisanya HAHAHA. Fyi kami sekelas jumlahnya 34 orang dari berbagai Provinsi di Indonesia. Mereka sangat kompak, sangat seru, sangat tak tergantikan. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk dapat bertemu kembali lagi, Rekan-Rekanku H1. 





















Pelangi Cinta- BAB I

Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...