Minggu, 28 Maret 2021

Jembatan Ampera

Ada yang tahu gambar diatas? AYOOOOOOO ditebak nih gengss?!! Cup.. pasti yang baca pada tahu kannn? Iyaa kann? Okeoke kalo temen-temen masih belum tahu jembatan ciri khas dari daerah mana, kesempatan kali ini aku kasih taahuu yaaa……………!

Gambar diatas merupakan salah satu ciri khas dari KOTA PALEMBANG, PROPINSI SUMATERA SELATAN? NAHHHHHH ADA YANG BINGUNG GA LETAK KOTA TERSEBUT DI BAGIAN MANANYA PETA??? HEHEHEEE YANG PASTI DI PULAU SUMATERA LAH YAAAA!! Temen-temen diem-diem aja yaaa, kenapa aku bahas Kota ini, yahhhh karena ……………………. (tebak sendiri).

Ada yang ingat sama Raja Balaputradewa ga? Nah. Raja ini nih, dari kerajaan sriwijaya temen-temen. Propinsi Sumatera Selatan  itu sendiri sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Kalau datang ke Palembang,  ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini.. kurang pas jika belum berfoto dengan latar belakang Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Jembatan yang terbentang di atas Sungai Musi Kota Palembang ini memiliki panjang 1.177 meter, lebar 22 meter dan tinggi 63 meter. Awalnya, semua bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa lewat. Namun sejak tahun 1970 aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Sebab, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Temen-temen ada sejumlah fakta mengenai Jembatan Ampera ini.. ayo kita simak!

1.     1. Dibangun menggunakan dana rampasan perang

Ide membangun jembatan hingga dapat menghubungkan dua daratan di Kota Palembang, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Wali Kota Palembang diduduki oleh Le Cocq de Ville, tahun 1924.

Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali muncul, DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan lagi pembangunan jembatan saat sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956.

Pada saat itu, anggaran yang dimiliki Kota Palembang yang akan digunakan sebagai modal awal membangun jembatan sekitar Rp 30 ribu. Tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri dari Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Kemudian, Wali Kota Palembang, M. Ali Amin, beserta Wakil Wali Kota, Indra Caya, meminta bantuan Presiden Sukarno.

Sama halnya dengan dana yang digunakan untuk pembangunan Monas di Jakarta, dana pembangunan Jembatan Ampera juga diambil dari hasil perampasan saat perang Jepang senilai 2,5 miliar Yen. Selain itu, ahli-ahli konstruksi dari Jepang juga turut dihadirkan dalam proyek pembangunan Jembatan Ampera.

2. Diresmikan oleh Letnan Jenderal Ahmad Yani

Pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Bung Karno karena dengan sunguh-sungguh memperjuangkan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun pada tahun 1966 terjadi pergolakan gerakan Anti-Soekarno, nama jembatan yang mengambil dari Nama Presiden RI pun diubah menjadi Jembatan Ampera yang artinya Amanat Penderitaan Rakyat.

3. Awalnya bernama Jembatan Bung Karno

Sebagai bentuk apresiasi masyarakat Palembang kepada Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk pertama kalinya Jembatan Ampera dinamai Jembatan Bung Karno.

Akan tetapi, Presiden Soekarno tak berkenan, terlebih setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Sukarno sangat kuat, maka dipilihlah nama yang memiliki makna Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960'an. Sehingga dijuluki Jembatan Ampera

4.     4. Sempat Menjadi Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara

Jembatan ini memiliki panjang mencapai 1.177 meter dengan lebar 22 meter serta tinggi 63 meter. Adapun menaranya memiliki rentang 75 meter dengan massa hingga mencapai 944 ton, lho. Makanya, tidak heran kalau jembatan ini pernah menjadi jembatan terpanjang se-Asia Tenggara pada era 1960-an, ya.

5. Memiliki Jam Analog Raksasa

Sebagai bentuk pembenahan jelang Asian Games 2018 yang dihelat di Palembang, Jembatan Ampera pun tak lepas dari perhatian. Jembatan ini dipasangi dua jam analog dengan ukuran besar di kedua menaranya. Pemasangan jam tersebut menjadikan jembatan ini semakin tampak modern dan keren, deh.

Oke temen-temen jadi itulah lima fakta dari keberadaan Jembatan Ampera, semoga kita sebagai masyarakat yang patuh terhadap aturan dan menjunjung tinggi sejarah bisa menjaga kelestarian ikon budaya nya yaa! Jangan melakukan perbuatan yang tidak baik dengan salah satunya mencoret-coret dinding jembatan, tidak membuang sampah ke sungainya dan kita harus sama-sama harus saling menjaga yaa temen-temen!!






 

Sabtu, 27 Maret 2021

EMPAT BARIS






Ketika mimpi tak dapat kau raih

Percayalah kesempatan kan datang menghampiri

Manfaatkan itu dengan pasti

Agar tak kecewakan diri sendiri


- Penggalan empat baris itu aku buat saat terbang ke Palembang untuk mengikuti Tes PDAM Tirta Tapta Musi akhir Juli tahun 2017. Sebelum mengikuti tes ini aku dihadapkan dengan kegagalan Tes dari Kepolisian kemudian berlanjut dengan kegagalan Tes Kemenkumham, CPNS Basarnas, dan tahun berikutnya di Kepolisian. 

Selama Tes PDAM ini jujur aku tidak serius mengikutinya, hanya iseng-iseng, karena niat awal memang akan mengikuti di tes kepolisian tahun berikutnya, dan ternyata ada hikmah dibalik ini semua.  Tes ini berlangsung dari Juli hingga Oktober dan setiap dua minggu sekali pengumuman langsung di websitenya. 

Tes administrasi aku lolos, lanjut tes potensial lolos, lanjut tes toefl lolos, lanjut tes psikologi lolos, lanjut tes wawancara lolos, tetapi diakhir yaitu pantaukhir tidak lolos, Tuhan berkata lain atas apa yang sedang aku alami. Rencana Tuhan memang indah, aku yang setiap tes ini selalu didampingi oleh ibuku, memang harus kembali dan menciptakan momen-momen terakhir untuk nenekku di Palembang. Karena, saat pengumuman pantokhir aku dinyatakan tidak lolos, tidak lama dari situ kami mendapat kabar bahwa nenekku berpulang ke Rahmatullah. Mari doakan beliau semoga Khusnul Khotimah temen-temen. Al-Fatihah untuk nenekku.

Disisi lain aku juga mengikuti Ujian Saringan Masuk jalur mandiri di UNSRI dengan jurusan psikologi tetapi tidak dapat hehehe. Padahal sejujurnya aku dapat SNMPTN di Universitas Bangka Belitung dengan jurusan Ilmu Politik tetapi aku tidak mendaftar ulang dikarenakan beberapa alasan. Eth! Jangan ditiru yaa! Mungkin kegagalan yang aku alami kemarin juga akibat aku yang tidak bersyukur dengan apa yang aku dapatkan kala itu. 

Aku tak berhenti sampai disitu, satu tahun itu juga aku segera berbenah diri, menumbuhkan semangat yang patah, menyibukkan diri dengan melamar pekerjaan, salah satunya sebagai Sales Regulator Gas. Menjadi sales tak pernah ku bayangkan sebelumnya, terik panas siang bolong, kerjasama tim, penolakan dari warga, rumah yang ditutup, kertas yang dibuang, membuat sesak di dada. Dan kala itu juga aku baru tersadar dari apa yang diomongkan oleh alm. ayahku bahwa benar, "mencari uang itu susah". 

Mei 2018 ku dapati lagi kegagalan tetapi beruntung aku menyiapkan cadangan yaitu Tes IPDN, awalnya keluargaku tidak setuju dikarenakan anggapan tentang terdahulu mengenai IPDN bahwa masih ada kekerasan antar senior-junior, sempat aku tidak mendapatkan restu dari orangtua ku, tetapi pada saat tes CAT aku berhasil membuktikan bahwa hasil tes ku mendapat peringkat di 10 besar se-provinsi. 

Dengan pembuktian tersebut bahwa Allah memberikan aku jalan disini, keluargaku mulai luluh dan percaya bahwa mungkin benar rezeki aku disini. Tahap demi tahapan tes aku lalui, dan sampailah aku di tes pusat bertempat di Jatinangor, kali pertama aku meninggalkan keluargaku sendiri dan yang paling ku ingat dari kakak-kakakku mereka berkata bahwa, "Jangan pulang sebelum menggunakan pakaian dinas". Kalimat tersebut membuat aku termotivasi bahwa aku harus berhasil seperti kakak-kakakku dan menjadi kebanggaan bagi mereka semua hingga saat ini dan nanti. 

Penuh syukur ku panjatkan atas doa dari orangtua ku yang sampai ke langit, dijabah oleh Allah SWT, dan penuh harap untuk aku yang masih harus menyelesaikan pendidikan di IPDN kurang lebih satu tahun lagi. Semoga kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Amin. 


MASUK IPDN


( Foto ini diambil Juli, 2016 saat saya berkunjung kesini) 

HALOOOOO TEMEN-TEMENNN!! Kali ini, aku akan memposting tentang bagaimana nih caranya masuk ke salah satu perguruan tinggi kedinasan favorit jaman sekarang! Ada yang tahu perguruan tinggi kedianasan apaa yang akan aku bahas? disimak yaa temen-temen, kalau perlu dicatat deh!!

Nahhh, berhubung aku lagi menempuh pendidikan disini maka kali ini aku akan membahas tips and trik masuk ke IPDN! temen-temen pasti tahu kan IPDN itu apa?? kalo ga tahu... ini.. aku kasih tau dehh.. 

IPDN itu kepanjangan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri dulunya terkenal dengan sebutan STPDN. IPDN ini salah satu lembaga pendidikan tinggi milik pemerintah yang bergerak di bidang kepamongprajaan dan bertujuan untuk mencetak kader pemerintahan yang berkompetensi, berkarakter dan berkepribadian.  

Kelebihan belajar di perguruan tinggi kedinasan ini yaitu, tidak dipungut biaya (jadi temen-temen kebutuhan temen-temen ditanggung oleh lembaga dari ujung kaki sampai ke ujung kepala), lalu temen-temen diberi uang saku tiap bulannya (lumayan kan tuh untuk pesiar dan izin bermalam; duh lagi pandemi gaada pesiar), dan yang paling paling dikejer sama orang-orang lulus dari sini temen-temen tidak usah bingung mencari kerja lagi!! lulus dari sini, temen-temen udah diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di Instansi Pemerintah! Eh eh eh tapi tak boleh lupa nih, untuk menggapai itu semua harus melalui proses yang panjang lohhhh! ayo ayo disimak dan dicatat yaaa apa aja yang harus temen-temen lakuinn! CHECKKK!!


1. Persiapan Fisik 

> Tes Kesehatan 

Nah kalo tes ini yaaa temen-temen, harus berangsur dari jauh-jauh hari. Kalau ada niat untuk mendaftar di perguruan tinggi ini maka harus dilakukan cek kesehatan berkala, supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap apa yang kurang di badan kita temen-temen. Tes kesehatan ini berlangsung di daerah dan juga di pusat temen-temen. Rangkaian tesnya sama kayak tes yang lain sih pada umumnya, aku sebutin yaa...

* Tes tinggi badan dan berat badan 

* Tes mata

Yang dilihat tingkat kerabunan mata kita (minus/ plus), dan buta warna.

* Tes gigi

* Tes THT

* Tes organ dalam (paru-paru, jantung, dan darah)

* Tes badan bagian luar (bentuk badan, kaki, lengan, tangan, varises, 


> Tes jasmani

Tes jasmani juga harus dibiasakan yah temen-temen, supaya badan kita tidak kaget lagi saat mau tes. Jangan keseringan tapi jangan terlalu santai juga ya temen-temen. Kalau tahun aku kemaren ini dilaksanakan di Jatinangor soalnya masuk ke dalam tes pusat. 

* Tes Lari 12 menit

Usahakan untuk putri 5 putaran dan putra 7 putaran 

* Tes Push-Up

Usahakan untuk putri 37 dan putra 50

* Tes Sit-Up

Usahakan untuk putri 30 dan putra 50

* Shuttle Run

Usahakan untuk putri sebanyak 3 putaran, minimal 19 detik dan untuk putra sebanyak 3 putaran minimal 17 detik

* Chinning

Usahakan untuk putri sebanyak 62 kali

* Pull Up 

Usahakan untuk putra sebanyak 10 kali

 

2. Persiapan Mental 

> Tes Administrasi

Administrasi penting dan jangan dianggap main-main, ini langkah awal tes dimulai dan harus dipersiapkan dengan baik, dari nilai-nilai sekolah seperti nilai UN dan nilai ujian sekolah, lalu berkas seperti KTP, Kartu Keluarga, Piagam Penghargaan, Pelatihan yang diikuti  dan transkrip nilai dari SD sampai SMA 

> Tes CAT

Tes yang paling ditakuti nih, dan banyak yang gugur dari sini temen-temen. Tes CAT ini isinya tes Wawasan Kebangsaan ( Sejarah Indonesia, 4 Pilar Kehidupaan Berbangsa Bernegara, UUD 1945, dan TAP MPR), Tes Intelegensi Umum (matematika dasar, sinonim antonim, dan pelajaran matematika lainnya), yang terakhir Tes Kepribadian pribadi (untuk mengukur karakter pribadi diri, mencerminkan ASN atau tidak)

> Tes Psikologi

Duh, kali ini harus banyak berlatih nih temen-temen karna kadang yang keluar itu yang bukan kita pelajari, makanya kita harus belajar dari banyak sumber temen-temen entah itu dari buku CAT, buku TNI/ Polri, dsb.


Setelah semua langkah-langkah diatas dilakukan maka temen-temen semua harus berdoa dan menyerahkan segalanya dengan yang diatas, yakin bahwa apa yang sudah ditakdirkan oleh temen-temen pasti akan dilalui dan didapatkan hasil yang terbaik. Jangan lupa untuk selalu minta doa dan restu dari keluarga terutama kedua orangtua kita. JIKA GAGAL? JANGAN PERNAH BERHENTI MENCOBA! OPTIMIS BAHWA MIMPI DAN HARAPAN KITA BISA DIGAPAI! 

SESEORANG YANG HEBAT TIDAK TERBENTUR 1 KALI TETAPI BERKALI-KALI! 


Jumat, 19 Maret 2021

MALAM (08 JANUARI 2020)

Malam itu muara bagi kata-kata

Waktu yang tepat untuk melepas duka

Merangkai kata demi kata yang mengurai luka

Memanggil sisa-sisa kenangan yang terlupa


Malam itu gelap dan menusuk sisa detik yang

jatuh

Kenapa rindu seperti dua mata pisau yang

menusukku?

Malam itu merekah menjadi candu

Ditemani gemericik hujan yang sendu


Malam itu rindu setia mengetuk dada

Lalu ku buka dan aku terpana

Mengalihkan sudut pandangan mata

Dan berniat untuk tetap disana


Malam itu mulai beradu

Bersama sinar bulan yang begitu syahdu

Aku menunggu tuk melepas rindu

Tapi kau tak bisa untuk bertemu

KOLABORASI MANTEL (Manusia, Teknologi, dan Lingkungan)

Di era yang semakin modern ini teknologi sangat berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi diperlukan guna menunjang kebutuhan manusia yang semakin kompleks saat ini. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi kita penggunanya. Baik itu dilihat dari segi komunikasi, transportasi, atapun dari segi kemajuan pelayanan.

Dahulu, banyak dari masyarakat kita yang susah untuk berkomunikasi karena keterbatasan waktu, dan jarak tetapi sekarang berkat adanya teknologi yang muncul  salah satunya yaitu handphone maka manusia bisa saling bertukar kabar dan fikiran. Tidak heran, dengan adanya sisi positif terhadap satu hal yang muncul maka akan diiringi juga dengan sisi negatifnya, dan patut kita ketahui juga bahwa teknologi yang ada membawa dampak negatif bagi kita, ataupun lingkungan kita.

Ibu saya dahulu pernah bercerita, lingkungan zaman dahulu jika dibandingkan dengan sekarang sangat berbeda dan jauh dari kata layak. 

Kemudian Ibu saya membandingkan etika anak-anak sekarang dengan anak yang ada pada zaman dahulu.

Ibu saya berkata, “Dahulu, ketika masih Ibu anak-anak ketika melihat sungai ya langsung nyebur saja, tidak mikir apa-apa.” 

Kemudian Ibu saya melanjutkan, “Tetapi kalau sekarang, kalau hidup dimasa kanak-kanak kalian, Ibu akan berpikir dua kali, Ibu akan lebih memilih handphone/gamestick untuk bermain, ketimbang harus main di sungai.”

“Dan, banyak dari orangtua sekarang yang mengkhawatirkan anaknya ketika bermain diluar, sangat berbeda dengan dahulu, bahkan ketika sekarang, pendidikan anak yang semakin tinggi, tidak menjamin sikap dan perilaku yang baik.” Lanjutnya.

Menurutku, apa yang dikatakan oleh Ibu menggambarkan dengan kondisi sosial yang dialami oleh anak-anak pada umumnya, di era yang sekarang ini bukan hanya manusia yang cukup umur yang menggunakan gadget tetapi juga anak-anak kecil. Anak-anak kecil yang seharusnya mengenal temannya, mengenali lingkungannya malah bersikap apatis terhadap sekitar. 

Dan jika kita lihat lagi dari sisi pendidikan, memang benar kata Ibu saya saat itu. Pendidikan anak yang semakin tinggi tidak mencerminkan etika yang baik di kehidupan nyata. Banyak sekali dari kita yang tidak memperlakukan orangtua sebagaimana mestinya, dan bersikap tidak peduli, padahal pendidikan kita sudah tinggi, banyak juga dari kita yang kalau berbicara kepada orangtua tidak memperhatikan sopan santun lagi. 

Kemudian, Ibu saya melanjutkan, 

“Dulu, kalau Ibu mau ngirim pesan itu pake pos, terus nyampenya lama ke kantor Ayahmu, tetapi sekarang kan udah gampang, tinggal ketik dan kirim via whatssapp, nah satu lagi kalau dulu mau pergi ke Palembang harus naik kapal, tetapi sekarang sudah banyak pilihannya, mau naik pesawat, mau naik mobil, udah bebas.”

Salah satu keuntungan dengan berkembangnya teknologi media komunikasi  memang dilihat dari penggunaan gadget atau handphone. Penggunaan gadget atau handphone menguntungkan banyak hal dan kegiatan manusia. Manusia menjadi lebih mudah dalam menjalankan kegiatan, dapat memberi kabar tanpa terikat oleh waktu dan jarak tetapi disisi lain kalau kita tidak bisa menggunakannya bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. 

Ibu melanjutkan cerita, “Dan dijaman Ibu dulu, tidak ada yang namanya sakit kanker dan tumor, karena lingkungan masih terjaga, makanan masih alami dan higienis, berbeda dengan sekarang yang sudah instan dan banyak mengandung bahan kimia, makanya orang zaman dahulu itu sehat-sehat, umurnya panjang, berbeda dengan sekarang.”

Tidak ada yang salah dari apa yang disampaikan oleh Ibu dan tidak ada yang salah juga terhadap apa yang sudah maju sekarang, hanya manusia yang belum mampu mengoptimalkan setiap dari perubahan yang ada. 

Dan lagi, memang benar teknologi berhubungan dengan lingkungan, dengan perkembangan teknologi yang sekarang maka diciptakan alat-alat berat guna mengolah bahan-bahan alami dari lingkungan menjadi bahan yang lebih kompleks, dan tak ayal juga memproduksi berbagai bahan pengawet, pemanis, dan pewarna guna mempercantik bahan jadi itu. Tak heran dari kita tergoda akan bahan jadi tersebut dan terkadang dari kita menggunakannya supaya makanan yang kita buat dapat bertahan lebih lama dan mempunyai warna yang menarik.

Teknologi dan lingkungan mempunyai hubungan yang erat, tidak dapat lepas dan tidak dapat dipisahkan  karena output dari teknologi pasti berhubungan dengan sekitar, yaitu lingkungan. Seperti yang dikatakan Ibu saya di atas. Sebagai makhluk sosial kita harus menyadari bahwa kemajuan teknologi memang memberi dampak positif tetapi kita juga harus memperhatikan kehidupan sekitar karena tak heran aktivitas yang kita jalani yaitu aktivitas sosial. Banyak dari kita yang lupa ketika sudah memegang gadget, lupa dengan keadaan sekitar dan tidak sadar kita berada di dunia yang mana.

Dengan adanya teknologi yang berkembang jikat dilihat dari sisi kemajuan memang maju, tetapi dilihat dari sisi mental individu sangatlah hancur. Banyak sekali proyek-proyek pembangunan yang menopang kegiatan dan urusan manusia tetapi output dari perusahaan yang berupa limbah tidak dibuang dengan benar, dan mencemari lingkungan. 

Jakarta, salah satunya, Ibukota Negara kita, disamping ada manusia yang berkelas tinggi juga lebih banyak manusia yang ekonomi bawah, banyak dari lingkungan Jakarta dikuasai dan dialihfungsikan menjadi pabrik. Tetapi, manusia yang mengelola pabrik tidak memperhatikan lingkungan sekitar dan merusak lingkungan yang selama ini terjaga. 

Indonesia yang kini memang bukan Indonesia yang dulu, tetapi budaya dan adat harus tetap dijaga. Indonesia yang terdiri dari beragam budaya, suku, dan etnis yang alami sudah mulai bergerak maju tidak stagnan sampai disitu, dan banyak dari manusia adat yang mulai menyesuaikan lingkungannya, dan tak heran juga populasi manusia adat berkurang dan menuju manusia yang majemuk. 

Saat ini hanya diperlukan manusia yang bermental, menggunakan teknologi dengan sewajarnya, dan menyadari menjaga lingkungan lebih berharga untuk generasi masa depan selanjutnya. 

Banyak dari anak Indonesia yang sudah memanfaatkan teknologi ramah lingkungan demi menopang kemajuan bangsa. Banyak dari kita berpikir bahwa tidak selamanya kita harus bergantung dengan bangsa lain, dan kita harus memunculkan inovasi dari dalam diri bangsa bahwa kita mampu menyaingi bangsa lain, pemerintah harus mampu menunjang setiap fasilitas yang dibutuhkan oleh anak didik, baik dari kesehatan dan pendidikan.  Dan pemerintah harus memberikan penghargaan terhadap keberhasilan anak bangsa dalam mendukung kemajuan Indonesia. 

Generasi bangsa sekarang adalah generasi millenial yang semua aktivitasnya melibatkan teknologi, maka dari itu setiap tindak laku dari generasi millenial harus mampu diolah sendiri dan tetap menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat bangsa. 

Sebagai generasi yang berpikir maju, kita juga harus menempatkan lingkungan sebagai unsur utama kita dalam berproses,  jika kita berada di lingkungan yang baik maka karakter pribadi kita juga akan baik dan sebaliknya. Untuk itu, sebagai generasi bangsa kita harus berpikir yang positif yang dapat memberi perubahan terhadap bangsa Indonesia.   


(nb: ditulis pada 05 Januari 2020)

SETENGAH DARI DIRIKU



Namaku Ardhia Pramesti dari kecil dipanggil Ajeng, banyak yang bertanya mengapa nama asli dan panggilanku begitu jauh sekali. Oh iya, nama panggilan ini diberi oleh kakakku yang pertama dengan alasan katanya arti nama tersebut "adek", mengingat aku anak bungsu, jadi mungkin lebih cocok dipanggil seperti itu. Nah, jangan salah teman-teman, sewaktu aku anak-anak baanyak sekali yang melesetkan namaku dengan panggilan, 'kujeng' aneh bukan? Tapi, menurutku itu tidak masalah asal mereka masih memanggilku dengan sebutan yang baik. Sebenarnya aku sudah lama bergabung dalam blog ini, tetapi baru mulai aktif dari sekarang. 

Aku dibesarkan dari keluarga yang sederhana, yang beranjak dari titik nol kehidupan, sedikit banyak mengalami getir dan pahitnya kehidupan hingga saat ini. Jatuh, bangun, jatuh, menyerah, bangkit telah aku rasakan hingga umurku sekarang. Menulis adalah salah satu hobiku, bagiku dengan menulis aku bisa bercerita tentang apa saja, tak ada yang melarang, bahkan menulis adalah caraku untuk membuat hatiku tenang, dengan aku menulis, aku bisa diingat hingga nanti, aku tak berada didunia ini. 

Sekarang, aku tengah menempuh pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Kedinasan dan sudah semester enam. Mungkin, sebagian teman-teman yang berada di semester enam ini sudah memikirkan judul laporan akhir atau skripsi mereka nanti, hm aku juga seperti itu; tetapi, jangan ambil pusing teman. Selain memikirkan tujuan kita, kita juga harus menikmati proses yang sedang kita hadapi. Jangan tergesa-gesa, tetap nikmati saja yang ada disini. 

Banyak cerita, cita, dan cinta yang akan aku bagikan kepada kalian, semoga kalian suka dan menjadi ladang pahala untuk kita semua. Amin


Pelangi Cinta- BAB I

Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...