Sabtu, 22 Mei 2021

MARTABAK HAR - PALEMBANG


Jadi, alesan aku buat nulis mengenai martabak ini karena lagi iseng-iseng buka album foto eh jadi kepengen makan. HM sayangnya lagi ga di Palembang yaa huft. ADA YANG TAHUU SAMA MAKANAN DIATASS????????? AYO ADA YANG BISA JAWAB GA ITU MAKANAN APA? DARI MANA? RASANYA GIMANA? WAH. makanan itu faavorit aku banget loh! Apalagi malam minggu sekarang ini, malem-malem enaknya makan MARTABAK HAR!  Pada waktu ini aku makannya di outlet Masjid Agung Palembang, tepatnya berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, 18 Ilir.

Martabak HAR atau kependekan dari martabak H. Abdul Razaq adalah kuliner yang sudah eksis di Palembang sejak 07 Agustus 1947. Martabak ini memiliki ciri khas disajikan bersama kuah kari kental yang diberi cabai dan kecap asin. 

Sejarah singkatnya dari martabak HAR bermula dari H. Abdul Razaq. Dulu beliau adalah penjual es batu di Jalan Kebumen atau di sekitar wilayah Pasar 16 Palembang. Usaha tersebut terus digelutinya sampai dagangannya benar-benar laris dan beliau pun mulai beralih untuk menjajakan roti chanai. Nah di awal berdagang roti chanai, H. Abdul Razaq ini memanfaatkan gerobak sebagai media jualan. Dalam beberapa waktu, ia berhasil membangun usaha yang lebih besar lagi dan diberi nama Martabak HAR.

APA SIH YANG MEMBUAT MARTABAK INI SPESIAL? HMM  Rupanya martabak ini disajikan tanpa adanya tambahan bumbu penyedap apapun. Secara umum proses pembuatan Martabak HAR hampir sama dengan martabak pada umumnya. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain tepung terigu, garam, air, telur ayam, telur bebek, bahan membuat kuah kari, dan yang lainnya.  Dengan adonan yang cukup tebal, kalian akan merasakan kenyang saat memesan satu porsi saja. Harga yang ditawarkan saat itu adalah Rp23.000 untuk telur ayam dan Rp25.000 untuk telur bebek, tempat inipun tak pernah sepi dari pengunjung.

JADI PENASARAN GA GUYS? YOK DATENG KE PALEMBANG DAN RASAKAN SENSASINYA. BEDA LOH KALAU MAKAN LANGSUNG DARI TEMPATNYA! HEHEEEEE :)))

 




DANAU KAOLIN - BANGKA TENGAH

 


HAY GUYS! Sudah lama tak berjumpa di laman ini, dikarenakan lagi sibuk nugas HEHE. Kali ini aku akan membagikan sedikit cerita aku mengenai salah satu aset wisata di Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi, foto yang diatas itu aku ambil pada tahun 2017 ya guys saat liburan sepupu aku dari Palembang. Nama wisata tersebut adalah... 'Danau Kaolin'.  

Danau Kaolin bertempat di Desa Nibung merupakan bekas tambang timah masyarakat yang ditinggalkan dan  menyisakan warna air biru dengan pemandangan yang indah dikarenakan areanya luas dan sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Letaknya sekitar 70km dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar kurang lebih satu setengah jam perjalanan. 

Nah, sepanjang perjalanan menuju Danau Kaolin ini para pengunjung sepanjang perjalanannya dapat menikmati pantai yang membentang ditepi jalan. Menyejukkan mata bukan guys? Oh iya sepanjang perjalanan masuk ke tempat wisata ini juga jalanannya sudah aspal ya guys jadi memudahkan para pengunjung untuk berwisata! (gaperlu ribet untuk cuci kendaaran lagi kalau pulang hihihi).

Oh iya guys selain warnanya yang biru, jernih dan memukau. Para pengunjung juga akan menyaksikan warna hijau yang saling bersebelahan yang semakin menambah indah fenomena alam tempat wisata ini. Kemudian, timbunan galian pasir berwarna putih disisi luarnya seolah memberikan efek dramatis dan mengagumkan loh! Tapi eh tapi guys; harus tetap berhati-hati juga yaa kalau turun ke bawah ataupun mendaki atas galian dikarenakan adanya tumpukan pasir bekas galian yang berlubang dan menyebabkan licin sehingga membahayakan ketika dipijak. 

Nah menurut aku guys, jika mau berkunjung kesini sebaiknya saat pagi menjelang siang, siap-siap pakai sunscreen yang spfnya tinggi yaa karena PANAS BANGET! tapi setelah sampai yakin deh ga dikecewakan karena sinar mentari yang menyinari permukaan air ini bakal menguatkan bias biru dan hijau sehingga membuat pemandangan disini terlihat makin berkilau dan memesona!

OOHHH IYA SATU LAGI kalau kesini jangan lupa membawa kamera ya guys supaya bisa diabadikan! jaga kebersihan disekitar tempat wisata juga dan ingat aturan-aturan yang berlaku lagi disini hehehe




Pelangi Cinta- BAB I

Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...