Malam itu muara bagi kata-kata
Waktu yang tepat untuk melepas duka
Merangkai kata demi kata yang mengurai luka
Memanggil sisa-sisa kenangan yang terlupa
Malam itu gelap dan menusuk sisa detik yang
jatuh
Kenapa rindu seperti dua mata pisau yang
menusukku?
Malam itu merekah menjadi candu
Ditemani gemericik hujan yang sendu
Malam itu rindu setia mengetuk dada
Lalu ku buka dan aku terpana
Mengalihkan sudut pandangan mata
Dan berniat untuk tetap disana
Malam itu mulai beradu
Bersama sinar bulan yang begitu syahdu
Aku menunggu tuk melepas rindu
Tapi kau tak bisa untuk bertemu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar