Selamat meresapi setiap untaian kata sederhana perjalanan ini
Minggu, 20 November 2022
Praktek Lapangan IV
Selasa, 15 November 2022
EMPAT TAHUN YANG TERLEWATI
Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis disini, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kesibukan akan skripsi dan permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya yang muncul. Namun terlepas dari itu semua, baru dua malam kemarin saya merasakan kerinduan saya akan tulisan yang saya buat dan pengalaman serta pelajaran yang mungkin baik untuk dibagikan kepada teman-teman semua.
Di kesempatan kali ini dengan ditemani semilir angin diatas meja bekerja saya ingin mengulang masa-masa terakhir saat saya berada di Kampus IPDN Jatinangor untuk menyelesaikan studi akhir di masa pendidikan ini. Masa-masa akhir dapat dikatakan dengan masa yang penuh kerja keras karena akan menyelesaikan studi dan masa itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Bahkan jika bertemu dengan teman lama pun tak akan sama dengan suasana dan kondisi yang sama halnya di dalam kampus.
Ada beberapa kerinduan yang saya rasakan semenjak saya menyelesaikan studi tiga bulan terakhir. terutama kepada suasana pagi dengan campuran kabut dan suhu yang dapat dikatakan dingin, selanjutnya dengan siklus kehidupan praja yang terkesan begitu membosankan, dengan menu makanan menza yang sangat diidam-idamkan oleh praja (noted; praja pasti ketawa kalau membaca ini) selanjutnya dengan kehidupan tidur siang bagi Praja Utama dan kehidupan kantin baik itu KSP, KCN, dan terakhir yang baru diresmikan dekat dengan asrama putri yang saya lupa namanya sekarang. selanjutnya kegiatan apel malam yang belum tentu dapat dijamin apakah terbebas dari tindakan atau malah mengikuti kegiatan malam.
Siklus kehidupan praja yang katanya Praja begitu membosankan namun begitu dirindukan jika tidak berada disana lagi, dan itu yang saya rasakan saat ini. ada beberapa momen yang saya tangkap ketika masa-masa akhir menjalani pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor.
Sabtu, 22 Mei 2021
MARTABAK HAR - PALEMBANG
Jadi, alesan aku buat nulis mengenai martabak ini karena lagi iseng-iseng buka album foto eh jadi kepengen makan. HM sayangnya lagi ga di Palembang yaa huft. ADA YANG TAHUU SAMA MAKANAN DIATASS????????? AYO ADA YANG BISA JAWAB GA ITU MAKANAN APA? DARI MANA? RASANYA GIMANA? WAH. makanan itu faavorit aku banget loh! Apalagi malam minggu sekarang ini, malem-malem enaknya makan MARTABAK HAR! Pada waktu ini aku makannya di outlet Masjid Agung Palembang, tepatnya berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, 18 Ilir.
Martabak HAR atau kependekan dari martabak H. Abdul Razaq adalah kuliner yang sudah eksis di Palembang sejak 07 Agustus 1947. Martabak ini memiliki ciri khas disajikan bersama kuah kari kental yang diberi cabai dan kecap asin.
Sejarah singkatnya dari martabak HAR bermula dari H. Abdul Razaq. Dulu beliau adalah penjual es batu di Jalan Kebumen atau di sekitar wilayah Pasar 16 Palembang. Usaha tersebut terus digelutinya sampai dagangannya benar-benar laris dan beliau pun mulai beralih untuk menjajakan roti chanai. Nah di awal berdagang roti chanai, H. Abdul Razaq ini memanfaatkan gerobak sebagai media jualan. Dalam beberapa waktu, ia berhasil membangun usaha yang lebih besar lagi dan diberi nama Martabak HAR.
APA SIH YANG MEMBUAT MARTABAK INI SPESIAL? HMM Rupanya martabak ini disajikan tanpa adanya tambahan bumbu penyedap apapun. Secara umum proses pembuatan Martabak HAR hampir sama dengan martabak pada umumnya. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain tepung terigu, garam, air, telur ayam, telur bebek, bahan membuat kuah kari, dan yang lainnya. Dengan adonan yang cukup tebal, kalian akan merasakan kenyang saat memesan satu porsi saja. Harga yang ditawarkan saat itu adalah Rp23.000 untuk telur ayam dan Rp25.000 untuk telur bebek, tempat inipun tak pernah sepi dari pengunjung.
JADI PENASARAN GA GUYS? YOK DATENG KE PALEMBANG DAN RASAKAN SENSASINYA. BEDA LOH KALAU MAKAN LANGSUNG DARI TEMPATNYA! HEHEEEEE :)))
DANAU KAOLIN - BANGKA TENGAH
Minggu, 28 Maret 2021
Jembatan Ampera
Ada
yang tahu gambar diatas? AYOOOOOOO ditebak nih gengss?!! Cup.. pasti yang baca
pada tahu kannn? Iyaa kann? Okeoke kalo temen-temen masih belum tahu jembatan
ciri khas dari daerah mana, kesempatan kali ini aku kasih taahuu yaaa……………!
Gambar
diatas merupakan salah satu ciri khas dari KOTA PALEMBANG, PROPINSI SUMATERA
SELATAN? NAHHHHHH ADA YANG BINGUNG GA LETAK KOTA TERSEBUT DI BAGIAN MANANYA PETA???
HEHEHEEE YANG PASTI DI PULAU SUMATERA LAH YAAAA!! Temen-temen diem-diem aja
yaaa, kenapa aku bahas Kota ini, yahhhh karena ……………………. (tebak sendiri).
Ada yang ingat sama Raja Balaputradewa ga? Nah. Raja ini nih,
dari kerajaan sriwijaya temen-temen. Propinsi Sumatera Selatan itu sendiri sejak berabad yang lalu dikenal
juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi
wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan
kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya
bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad
ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini
pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara
terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang
yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang.
Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota
Kerajaan.
Kalau datang ke Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini.. kurang pas jika belum berfoto dengan latar belakang Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Jembatan yang terbentang di atas Sungai Musi Kota Palembang ini memiliki panjang 1.177 meter, lebar 22 meter dan tinggi 63 meter. Awalnya, semua bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa lewat. Namun sejak tahun 1970 aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Sebab, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.
Temen-temen ada sejumlah fakta mengenai Jembatan Ampera ini..
ayo kita simak!
1. 1. Dibangun menggunakan dana rampasan perang
Ide membangun jembatan hingga dapat
menghubungkan dua daratan di Kota Palembang, sebetulnya sudah ada sejak zaman
Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Wali Kota Palembang diduduki oleh
Le Cocq de Ville, tahun 1924.
Pada masa kemerdekaan, gagasan itu
kembali muncul, DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan lagi
pembangunan jembatan saat sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956.
Pada saat itu, anggaran yang
dimiliki Kota Palembang yang akan digunakan sebagai modal awal membangun
jembatan sekitar Rp 30 ribu. Tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang
terdiri dari Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar,
dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Kemudian, Wali Kota Palembang, M.
Ali Amin, beserta Wakil Wali Kota, Indra Caya, meminta bantuan Presiden
Sukarno.
Sama halnya dengan dana yang digunakan untuk pembangunan Monas di Jakarta, dana pembangunan Jembatan Ampera juga diambil dari hasil perampasan saat perang Jepang senilai 2,5 miliar Yen. Selain itu, ahli-ahli konstruksi dari Jepang juga turut dihadirkan dalam proyek pembangunan Jembatan Ampera.
2. Diresmikan oleh Letnan Jenderal Ahmad Yani
Pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Bung Karno karena dengan sunguh-sungguh memperjuangkan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun pada tahun 1966 terjadi pergolakan gerakan Anti-Soekarno, nama jembatan yang mengambil dari Nama Presiden RI pun diubah menjadi Jembatan Ampera yang artinya Amanat Penderitaan Rakyat.
3. Awalnya bernama Jembatan Bung Karno
Sebagai bentuk apresiasi masyarakat
Palembang kepada Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk pertama kalinya
Jembatan Ampera dinamai Jembatan Bung Karno.
Akan tetapi, Presiden Soekarno tak
berkenan, terlebih setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika
gerakan anti-Sukarno sangat kuat, maka dipilihlah nama yang memiliki makna
Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia
pada tahun 1960'an. Sehingga dijuluki Jembatan Ampera
4. 4. Sempat
Menjadi Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara
Jembatan ini memiliki panjang mencapai 1.177 meter dengan lebar 22 meter serta tinggi 63 meter. Adapun menaranya memiliki rentang 75 meter dengan massa hingga mencapai 944 ton, lho. Makanya, tidak heran kalau jembatan ini pernah menjadi jembatan terpanjang se-Asia Tenggara pada era 1960-an, ya.
5. Memiliki Jam Analog Raksasa
Sebagai bentuk pembenahan jelang Asian
Games 2018 yang dihelat di Palembang, Jembatan Ampera pun tak lepas dari
perhatian. Jembatan ini dipasangi dua jam analog dengan ukuran besar di kedua
menaranya. Pemasangan jam tersebut menjadikan jembatan ini semakin tampak
modern dan keren, deh.
Oke temen-temen jadi itulah lima fakta
dari keberadaan Jembatan Ampera, semoga kita sebagai masyarakat yang patuh terhadap
aturan dan menjunjung tinggi sejarah bisa menjaga kelestarian ikon budaya nya
yaa! Jangan melakukan perbuatan yang tidak baik dengan salah satunya
mencoret-coret dinding jembatan, tidak membuang sampah ke sungainya dan kita harus sama-sama harus saling menjaga yaa
temen-temen!!
Sabtu, 27 Maret 2021
EMPAT BARIS
Percayalah kesempatan kan datang menghampiri
Manfaatkan itu dengan pasti
Agar tak kecewakan diri sendiri
- Penggalan empat baris itu aku buat saat terbang ke Palembang untuk mengikuti Tes PDAM Tirta Tapta Musi akhir Juli tahun 2017. Sebelum mengikuti tes ini aku dihadapkan dengan kegagalan Tes dari Kepolisian kemudian berlanjut dengan kegagalan Tes Kemenkumham, CPNS Basarnas, dan tahun berikutnya di Kepolisian.
Selama Tes PDAM ini jujur aku tidak serius mengikutinya, hanya iseng-iseng, karena niat awal memang akan mengikuti di tes kepolisian tahun berikutnya, dan ternyata ada hikmah dibalik ini semua. Tes ini berlangsung dari Juli hingga Oktober dan setiap dua minggu sekali pengumuman langsung di websitenya.
Tes administrasi aku lolos, lanjut tes potensial lolos, lanjut tes toefl lolos, lanjut tes psikologi lolos, lanjut tes wawancara lolos, tetapi diakhir yaitu pantaukhir tidak lolos, Tuhan berkata lain atas apa yang sedang aku alami. Rencana Tuhan memang indah, aku yang setiap tes ini selalu didampingi oleh ibuku, memang harus kembali dan menciptakan momen-momen terakhir untuk nenekku di Palembang. Karena, saat pengumuman pantokhir aku dinyatakan tidak lolos, tidak lama dari situ kami mendapat kabar bahwa nenekku berpulang ke Rahmatullah. Mari doakan beliau semoga Khusnul Khotimah temen-temen. Al-Fatihah untuk nenekku.
Disisi lain aku juga mengikuti Ujian Saringan Masuk jalur mandiri di UNSRI dengan jurusan psikologi tetapi tidak dapat hehehe. Padahal sejujurnya aku dapat SNMPTN di Universitas Bangka Belitung dengan jurusan Ilmu Politik tetapi aku tidak mendaftar ulang dikarenakan beberapa alasan. Eth! Jangan ditiru yaa! Mungkin kegagalan yang aku alami kemarin juga akibat aku yang tidak bersyukur dengan apa yang aku dapatkan kala itu.
Aku tak berhenti sampai disitu, satu tahun itu juga aku segera berbenah diri, menumbuhkan semangat yang patah, menyibukkan diri dengan melamar pekerjaan, salah satunya sebagai Sales Regulator Gas. Menjadi sales tak pernah ku bayangkan sebelumnya, terik panas siang bolong, kerjasama tim, penolakan dari warga, rumah yang ditutup, kertas yang dibuang, membuat sesak di dada. Dan kala itu juga aku baru tersadar dari apa yang diomongkan oleh alm. ayahku bahwa benar, "mencari uang itu susah".
Mei 2018 ku dapati lagi kegagalan tetapi beruntung aku menyiapkan cadangan yaitu Tes IPDN, awalnya keluargaku tidak setuju dikarenakan anggapan tentang terdahulu mengenai IPDN bahwa masih ada kekerasan antar senior-junior, sempat aku tidak mendapatkan restu dari orangtua ku, tetapi pada saat tes CAT aku berhasil membuktikan bahwa hasil tes ku mendapat peringkat di 10 besar se-provinsi.
Dengan pembuktian tersebut bahwa Allah memberikan aku jalan disini, keluargaku mulai luluh dan percaya bahwa mungkin benar rezeki aku disini. Tahap demi tahapan tes aku lalui, dan sampailah aku di tes pusat bertempat di Jatinangor, kali pertama aku meninggalkan keluargaku sendiri dan yang paling ku ingat dari kakak-kakakku mereka berkata bahwa, "Jangan pulang sebelum menggunakan pakaian dinas". Kalimat tersebut membuat aku termotivasi bahwa aku harus berhasil seperti kakak-kakakku dan menjadi kebanggaan bagi mereka semua hingga saat ini dan nanti.
Penuh syukur ku panjatkan atas doa dari orangtua ku yang sampai ke langit, dijabah oleh Allah SWT, dan penuh harap untuk aku yang masih harus menyelesaikan pendidikan di IPDN kurang lebih satu tahun lagi. Semoga kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Amin.
MASUK IPDN
( Foto ini diambil Juli, 2016 saat saya berkunjung kesini)
HALOOOOO TEMEN-TEMENNN!! Kali ini, aku akan memposting tentang bagaimana nih caranya masuk ke salah satu perguruan tinggi kedinasan favorit jaman sekarang! Ada yang tahu perguruan tinggi kedianasan apaa yang akan aku bahas? disimak yaa temen-temen, kalau perlu dicatat deh!!
Nahhh, berhubung aku lagi menempuh pendidikan disini maka kali ini aku akan membahas tips and trik masuk ke IPDN! temen-temen pasti tahu kan IPDN itu apa?? kalo ga tahu... ini.. aku kasih tau dehh..
IPDN itu kepanjangan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri dulunya terkenal dengan sebutan STPDN. IPDN ini salah satu lembaga pendidikan tinggi milik pemerintah yang bergerak di bidang kepamongprajaan dan bertujuan untuk mencetak kader pemerintahan yang berkompetensi, berkarakter dan berkepribadian.
Kelebihan belajar di perguruan tinggi kedinasan ini yaitu, tidak dipungut biaya (jadi temen-temen kebutuhan temen-temen ditanggung oleh lembaga dari ujung kaki sampai ke ujung kepala), lalu temen-temen diberi uang saku tiap bulannya (lumayan kan tuh untuk pesiar dan izin bermalam; duh lagi pandemi gaada pesiar), dan yang paling paling dikejer sama orang-orang lulus dari sini temen-temen tidak usah bingung mencari kerja lagi!! lulus dari sini, temen-temen udah diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di Instansi Pemerintah! Eh eh eh tapi tak boleh lupa nih, untuk menggapai itu semua harus melalui proses yang panjang lohhhh! ayo ayo disimak dan dicatat yaaa apa aja yang harus temen-temen lakuinn! CHECKKK!!
1. Persiapan Fisik
> Tes Kesehatan
Nah kalo tes ini yaaa temen-temen, harus berangsur dari jauh-jauh hari. Kalau ada niat untuk mendaftar di perguruan tinggi ini maka harus dilakukan cek kesehatan berkala, supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap apa yang kurang di badan kita temen-temen. Tes kesehatan ini berlangsung di daerah dan juga di pusat temen-temen. Rangkaian tesnya sama kayak tes yang lain sih pada umumnya, aku sebutin yaa...
* Tes tinggi badan dan berat badan
* Tes mata
Yang dilihat tingkat kerabunan mata kita (minus/ plus), dan buta warna.
* Tes gigi
* Tes THT
* Tes organ dalam (paru-paru, jantung, dan darah)
* Tes badan bagian luar (bentuk badan, kaki, lengan, tangan, varises,
> Tes jasmani
Tes jasmani juga harus dibiasakan yah temen-temen, supaya badan kita tidak kaget lagi saat mau tes. Jangan keseringan tapi jangan terlalu santai juga ya temen-temen. Kalau tahun aku kemaren ini dilaksanakan di Jatinangor soalnya masuk ke dalam tes pusat.
* Tes Lari 12 menit
Usahakan untuk putri 5 putaran dan putra 7 putaran
* Tes Push-Up
Usahakan untuk putri 37 dan putra 50
* Tes Sit-Up
Usahakan untuk putri 30 dan putra 50
* Shuttle Run
Usahakan untuk putri sebanyak 3 putaran, minimal 19 detik dan untuk putra sebanyak 3 putaran minimal 17 detik
* Chinning
Usahakan untuk putri sebanyak 62 kali
* Pull Up
Usahakan untuk putra sebanyak 10 kali
2. Persiapan Mental
> Tes Administrasi
Administrasi penting dan jangan dianggap main-main, ini langkah awal tes dimulai dan harus dipersiapkan dengan baik, dari nilai-nilai sekolah seperti nilai UN dan nilai ujian sekolah, lalu berkas seperti KTP, Kartu Keluarga, Piagam Penghargaan, Pelatihan yang diikuti dan transkrip nilai dari SD sampai SMA
> Tes CAT
Tes yang paling ditakuti nih, dan banyak yang gugur dari sini temen-temen. Tes CAT ini isinya tes Wawasan Kebangsaan ( Sejarah Indonesia, 4 Pilar Kehidupaan Berbangsa Bernegara, UUD 1945, dan TAP MPR), Tes Intelegensi Umum (matematika dasar, sinonim antonim, dan pelajaran matematika lainnya), yang terakhir Tes Kepribadian pribadi (untuk mengukur karakter pribadi diri, mencerminkan ASN atau tidak)
> Tes Psikologi
Duh, kali ini harus banyak berlatih nih temen-temen karna kadang yang keluar itu yang bukan kita pelajari, makanya kita harus belajar dari banyak sumber temen-temen entah itu dari buku CAT, buku TNI/ Polri, dsb.
Setelah semua langkah-langkah diatas dilakukan maka temen-temen semua harus berdoa dan menyerahkan segalanya dengan yang diatas, yakin bahwa apa yang sudah ditakdirkan oleh temen-temen pasti akan dilalui dan didapatkan hasil yang terbaik. Jangan lupa untuk selalu minta doa dan restu dari keluarga terutama kedua orangtua kita. JIKA GAGAL? JANGAN PERNAH BERHENTI MENCOBA! OPTIMIS BAHWA MIMPI DAN HARAPAN KITA BISA DIGAPAI!
SESEORANG YANG HEBAT TIDAK TERBENTUR 1 KALI TETAPI BERKALI-KALI!
Pelangi Cinta- BAB I
Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...
-
Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis disini, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kesibukan akan skripsi dan permasalahan-perm...
-
Ketika mimpi tak dapat kau raih Percayalah kesempatan kan datang menghampiri Manfaatkan itu dengan pasti Agar tak kecewakan diri sendiri - P...
-
Jadi, alesan aku buat nulis mengenai martabak ini karena lagi iseng-iseng buka album foto eh jadi kepengen makan. HM sayangnya lagi ga di Pa...
.jpg)




