Minggu, 20 November 2022

Praktek Lapangan IV

Mengingat kenangan yang telah lalu adalah hobi saya ketika berada di dalam kesendirian. Seperti halnya saat siang hari ini, kembali saya mengingat kenangan saat Praktek Lapangan IV yang saya jalani pada Bulan Maret 2022 lalu. Rekan - Rekan sekalian, IPDN identik dengan pola pendidikan JarLatSuh. Jar itu sendiri adalah "Pengajaran" yang sehari-hari dilakukan di dalam Kampus dan mengikuti beberapa mata kuliah sesuai dengan program studi yang diambil. Selanjutnya Lat adalah singkatan dari "Pelatihan" yang diimplementasikan nilai ajarnya pada Lingkungan sekitar. Yang terakhir adalah "Suh" yang merupakan pola "Pengasuhan" di dalam kampus, yaitu pola dimana adanya penilaian terhadap kepatuhan, ketaatan terhadap aturan serta atasan dan perilaku yang baik sesama rekan-rekan di dalam kampus. 

Saat ini saya bercerita tentang penerapan nilai-nilai pelatihan di dalam Praktek Lapangan IV yang mana pada saat itu saya mendapat tempat praktek di Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Praktek lapangan ini terdiri atas lima orang dengan rekan saya yaitu Danang dan Gales (dari Jawa Tengah), Dandi Satria (Sumatera Utara) dan Nazmi (Aceh). Masing-masing dari kami membawa program sesuai dengan pelatihan yang selama ini didapatkan dan akan dilaporkan ke Dosen Pembimbing masing-masing.

Saya masih ingat betul pada saat itu saya mengambil judul laporan "Peran Satlinmas dalam Pencegahan dan Penyebaran Virus Covid-19 di Kelurahan Arjuna Kota Bandung". Alasan saya mengambil judul laporan tersebut dikarenakan berkaitan dengan Program Studi yang saya tempuh di IPDN yaitu Praktik Perpolisian Tata Pamong dan berkaitan dengan tema yang ditetapkan oleh Fakultas. Selain itu, kasus Covid-19 saat itu masih ada di Kelurahan Arjuna. Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Pemerintah Kelurahan yang selalu memperhatikan keadaan serta kondisi dari masyarakat sekitar. Dapat dikatakan bahwa usaha yang dilakukan dalam menekan angka terjadinya kenaikan kasus Covid-19 patut untuk dicontoh bagi daerah lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya program "woro-woro" setiap pagi mengelilingi tempat-tempat keramaian yang ada di sekitaran Kelurahan Arjuna untuk mengingatkan warga masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, upaya vaksinasi terhadap masyarakat juga gencar dilakukan dengan upaya jemput bola dan di tempat perbelanjaan. 

Selain itu hal yang saya perhatikan selain daripada peran Satlinmas dalam membantu pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 yaitu peran dari Satlinmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Apresiasi yang begitu tinggi juga saya ucapkan kepada Linmas Kelurahan Arjuna yang aktif menjalankan tugasnya diatas kekurangan yang dimiliki. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah kurangnya partisipasi anak muda untuk bergabung di dalam keanggotaan Linmas. Tapi sejauh itu dari apa yang saya lewati selama menjalankan praktek lapangan di Kelurahan Arjuna terutama dalam penilaian terhadap keanggotaan Linmas dapat saya acungkan jempol. 

Saat malam hari Linmas yang berada di RT/RW Kelurahan Arjuna kompak menjaga lingkungan sekitar dengan melakukan patroli guna mengurangi potensi konflik yang terjadi pada saat malam hari. Alhasil, tingkat kriminal yang terjadi di Kelurahan Arjuna menurun terutama diiringi dengan Pandemi Covid-19 yang terjadi. Selain itu, pada saat Praktek Lapangan IV ini Pemerintah dihadapkan dengan krisis Minyak Goreng yang terjadi. Sebagai bentuk kepedulian maka Satlinmas yang ada di Kelurahan Arjuna pun ikut andil menelusuri Pusat Perbelanjaan, Pasar, Warung yang ada di sekitaran Kelurahan guna mendata ketersediaan minyak goreng di Kelurahan Arjuna. 

Terlepas dari perhatian saya terhadap "Satlinmas/ Linmas" kerjasama antar bidang yang terjadi di Kelurahan Arjuna begitu kompak, terutama dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang dapat saya ambil dan saya implementasikan di daerah saya nanti. Ibu Nunung selaku Lurah Arjuna, Pak Seklur, Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan, Pak Reno, dan Bapak/ Ibu di Kelurahan serta Bapak/ Ibu Ketua RW/RT terima kasih banyak atas perhatian, pelajaran, kerjasama, dan kenangan yang telah diukir selama kami melaksanakan praktik lapangan tersebut. Semoga Kelurahan Arjuna selalu menjadi contoh bagi kelurahan lainnya dan program-program yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik, serta Bapak/Ibu diberikan kesehatan yang lebih agar suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali. 


Kegiatan Woro-Woro dalam rangka sosialisasi protokol kesehatan di Taman Pandawa

Kegiatan Patroli malam di RW 03 Kelurahan Arjuna 

Patroli Malam di Taman Pandawa 

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 01

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 04


Identifikasi konflik yang terjadi di RW 05

Diskusi bersama Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan mengenai Peran Satlinmas 

Sosialisasi Kelurahan Tangguh oleh Damkar Kota Bandung

Mengunjungi Buruan Sae Kelurahan Arjuna

Mengikuti kegiatan Donor Darah

Pertemuan bersama Camat Cicendo


Menjelang perpisahan

Keluarga Besar Kelurahan Arjuna

Penghormatan terhadap Ibu Lurah Arjuna 

CINTAI PEKERJAANMU












Selasa, 15 November 2022

EMPAT TAHUN YANG TERLEWATI

Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis disini, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kesibukan akan skripsi dan permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya yang muncul. Namun terlepas dari itu semua, baru dua malam kemarin saya merasakan kerinduan saya akan tulisan yang saya buat dan pengalaman serta pelajaran yang mungkin baik untuk dibagikan kepada teman-teman semua. 

Di kesempatan kali ini dengan ditemani semilir angin diatas meja bekerja saya ingin mengulang masa-masa terakhir saat saya berada di Kampus IPDN Jatinangor untuk menyelesaikan studi akhir di masa pendidikan ini. Masa-masa akhir dapat dikatakan dengan masa yang penuh kerja keras karena akan menyelesaikan studi dan masa itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Bahkan jika bertemu dengan teman lama pun tak akan sama dengan suasana dan kondisi yang sama halnya di dalam kampus. 

Ada beberapa kerinduan yang saya rasakan semenjak saya menyelesaikan studi tiga bulan terakhir. terutama kepada suasana pagi dengan campuran kabut dan suhu yang dapat dikatakan dingin, selanjutnya dengan siklus kehidupan praja yang terkesan begitu membosankan, dengan menu makanan menza yang sangat diidam-idamkan oleh praja (noted; praja pasti ketawa kalau membaca ini) selanjutnya dengan kehidupan tidur siang bagi Praja Utama dan kehidupan kantin baik itu KSP, KCN, dan terakhir yang baru diresmikan dekat dengan asrama putri yang saya lupa namanya sekarang. selanjutnya kegiatan apel malam yang belum tentu dapat dijamin apakah terbebas dari tindakan atau malah mengikuti kegiatan malam. 

Siklus kehidupan praja yang katanya Praja begitu membosankan namun begitu dirindukan jika tidak berada disana lagi, dan itu yang saya rasakan saat ini. ada beberapa momen yang saya tangkap ketika masa-masa akhir menjalani pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor. 


(Ini adalah foto yang diambil ketika selesai dari foto Angkatan XXIX)




(Ini adalah SokamKu selama 4 tahun, yang tahu akan perjalanan kisah kehidupan di dalam Kampus)


(Srikandi Kelas H-1 Prodi Praktik Perpolisian Tata Pamong)


(Dan ini, adalah orang-orang hebat yang ada di dalam Kelas H-1) 

Kelasku, Kelas H-1 adalah orang-orang yang hebat, segala kisah yang ada di dalamnya mulai dari kehidupan kelas yang sepertinya saat muda praja dan hingga menggunakan teknologi Gmeet atau Zoom untuk melaksanakan proses pembelajaran akibat Covid-19. Jika diingat saat masa pembelajaran tatap muka kehidupan kelas begitu hidup, mulai dari diskusi langsung, seminar, perdebatan, dan bahkan kisah cinta terjadi didalam kelas. mereka adalah anak-anak yang hebat dari berbagai Provinsi, dan senang rasanya ditemukan dengan mereka. Ada yang tukang tidur yang biasanya menempati tempat duduk paling belakang (Yudha, Dafa, Charles, Baron) selanjutnya ada yang pandai berdebat seperti Feliks, Wahid, Adi dan ada yang biasa-biasa saja namun tak biasa yaitu yang sisa-sisanya HAHAHA. Fyi kami sekelas jumlahnya 34 orang dari berbagai Provinsi di Indonesia. Mereka sangat kompak, sangat seru, sangat tak tergantikan. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk dapat bertemu kembali lagi, Rekan-Rekanku H1. 





















Sabtu, 22 Mei 2021

MARTABAK HAR - PALEMBANG


Jadi, alesan aku buat nulis mengenai martabak ini karena lagi iseng-iseng buka album foto eh jadi kepengen makan. HM sayangnya lagi ga di Palembang yaa huft. ADA YANG TAHUU SAMA MAKANAN DIATASS????????? AYO ADA YANG BISA JAWAB GA ITU MAKANAN APA? DARI MANA? RASANYA GIMANA? WAH. makanan itu faavorit aku banget loh! Apalagi malam minggu sekarang ini, malem-malem enaknya makan MARTABAK HAR!  Pada waktu ini aku makannya di outlet Masjid Agung Palembang, tepatnya berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, 18 Ilir.

Martabak HAR atau kependekan dari martabak H. Abdul Razaq adalah kuliner yang sudah eksis di Palembang sejak 07 Agustus 1947. Martabak ini memiliki ciri khas disajikan bersama kuah kari kental yang diberi cabai dan kecap asin. 

Sejarah singkatnya dari martabak HAR bermula dari H. Abdul Razaq. Dulu beliau adalah penjual es batu di Jalan Kebumen atau di sekitar wilayah Pasar 16 Palembang. Usaha tersebut terus digelutinya sampai dagangannya benar-benar laris dan beliau pun mulai beralih untuk menjajakan roti chanai. Nah di awal berdagang roti chanai, H. Abdul Razaq ini memanfaatkan gerobak sebagai media jualan. Dalam beberapa waktu, ia berhasil membangun usaha yang lebih besar lagi dan diberi nama Martabak HAR.

APA SIH YANG MEMBUAT MARTABAK INI SPESIAL? HMM  Rupanya martabak ini disajikan tanpa adanya tambahan bumbu penyedap apapun. Secara umum proses pembuatan Martabak HAR hampir sama dengan martabak pada umumnya. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain tepung terigu, garam, air, telur ayam, telur bebek, bahan membuat kuah kari, dan yang lainnya.  Dengan adonan yang cukup tebal, kalian akan merasakan kenyang saat memesan satu porsi saja. Harga yang ditawarkan saat itu adalah Rp23.000 untuk telur ayam dan Rp25.000 untuk telur bebek, tempat inipun tak pernah sepi dari pengunjung.

JADI PENASARAN GA GUYS? YOK DATENG KE PALEMBANG DAN RASAKAN SENSASINYA. BEDA LOH KALAU MAKAN LANGSUNG DARI TEMPATNYA! HEHEEEEE :)))

 




DANAU KAOLIN - BANGKA TENGAH

 


HAY GUYS! Sudah lama tak berjumpa di laman ini, dikarenakan lagi sibuk nugas HEHE. Kali ini aku akan membagikan sedikit cerita aku mengenai salah satu aset wisata di Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi, foto yang diatas itu aku ambil pada tahun 2017 ya guys saat liburan sepupu aku dari Palembang. Nama wisata tersebut adalah... 'Danau Kaolin'.  

Danau Kaolin bertempat di Desa Nibung merupakan bekas tambang timah masyarakat yang ditinggalkan dan  menyisakan warna air biru dengan pemandangan yang indah dikarenakan areanya luas dan sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Letaknya sekitar 70km dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar kurang lebih satu setengah jam perjalanan. 

Nah, sepanjang perjalanan menuju Danau Kaolin ini para pengunjung sepanjang perjalanannya dapat menikmati pantai yang membentang ditepi jalan. Menyejukkan mata bukan guys? Oh iya sepanjang perjalanan masuk ke tempat wisata ini juga jalanannya sudah aspal ya guys jadi memudahkan para pengunjung untuk berwisata! (gaperlu ribet untuk cuci kendaaran lagi kalau pulang hihihi).

Oh iya guys selain warnanya yang biru, jernih dan memukau. Para pengunjung juga akan menyaksikan warna hijau yang saling bersebelahan yang semakin menambah indah fenomena alam tempat wisata ini. Kemudian, timbunan galian pasir berwarna putih disisi luarnya seolah memberikan efek dramatis dan mengagumkan loh! Tapi eh tapi guys; harus tetap berhati-hati juga yaa kalau turun ke bawah ataupun mendaki atas galian dikarenakan adanya tumpukan pasir bekas galian yang berlubang dan menyebabkan licin sehingga membahayakan ketika dipijak. 

Nah menurut aku guys, jika mau berkunjung kesini sebaiknya saat pagi menjelang siang, siap-siap pakai sunscreen yang spfnya tinggi yaa karena PANAS BANGET! tapi setelah sampai yakin deh ga dikecewakan karena sinar mentari yang menyinari permukaan air ini bakal menguatkan bias biru dan hijau sehingga membuat pemandangan disini terlihat makin berkilau dan memesona!

OOHHH IYA SATU LAGI kalau kesini jangan lupa membawa kamera ya guys supaya bisa diabadikan! jaga kebersihan disekitar tempat wisata juga dan ingat aturan-aturan yang berlaku lagi disini hehehe




Minggu, 28 Maret 2021

Jembatan Ampera

Ada yang tahu gambar diatas? AYOOOOOOO ditebak nih gengss?!! Cup.. pasti yang baca pada tahu kannn? Iyaa kann? Okeoke kalo temen-temen masih belum tahu jembatan ciri khas dari daerah mana, kesempatan kali ini aku kasih taahuu yaaa……………!

Gambar diatas merupakan salah satu ciri khas dari KOTA PALEMBANG, PROPINSI SUMATERA SELATAN? NAHHHHHH ADA YANG BINGUNG GA LETAK KOTA TERSEBUT DI BAGIAN MANANYA PETA??? HEHEHEEE YANG PASTI DI PULAU SUMATERA LAH YAAAA!! Temen-temen diem-diem aja yaaa, kenapa aku bahas Kota ini, yahhhh karena ……………………. (tebak sendiri).

Ada yang ingat sama Raja Balaputradewa ga? Nah. Raja ini nih, dari kerajaan sriwijaya temen-temen. Propinsi Sumatera Selatan  itu sendiri sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.

Kalau datang ke Palembang,  ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini.. kurang pas jika belum berfoto dengan latar belakang Jembatan Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera). Jembatan yang terbentang di atas Sungai Musi Kota Palembang ini memiliki panjang 1.177 meter, lebar 22 meter dan tinggi 63 meter. Awalnya, semua bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa lewat. Namun sejak tahun 1970 aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Sebab, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Temen-temen ada sejumlah fakta mengenai Jembatan Ampera ini.. ayo kita simak!

1.     1. Dibangun menggunakan dana rampasan perang

Ide membangun jembatan hingga dapat menghubungkan dua daratan di Kota Palembang, sebetulnya sudah ada sejak zaman Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Wali Kota Palembang diduduki oleh Le Cocq de Ville, tahun 1924.

Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali muncul, DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan lagi pembangunan jembatan saat sidang pleno yang berlangsung pada 29 Oktober 1956.

Pada saat itu, anggaran yang dimiliki Kota Palembang yang akan digunakan sebagai modal awal membangun jembatan sekitar Rp 30 ribu. Tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan, yang terdiri dari Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya, Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Kemudian, Wali Kota Palembang, M. Ali Amin, beserta Wakil Wali Kota, Indra Caya, meminta bantuan Presiden Sukarno.

Sama halnya dengan dana yang digunakan untuk pembangunan Monas di Jakarta, dana pembangunan Jembatan Ampera juga diambil dari hasil perampasan saat perang Jepang senilai 2,5 miliar Yen. Selain itu, ahli-ahli konstruksi dari Jepang juga turut dihadirkan dalam proyek pembangunan Jembatan Ampera.

2. Diresmikan oleh Letnan Jenderal Ahmad Yani

Pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada Bung Karno karena dengan sunguh-sungguh memperjuangkan warga Palembang untuk memiliki sebuah jembatan di atas Sungai Musi. Namun pada tahun 1966 terjadi pergolakan gerakan Anti-Soekarno, nama jembatan yang mengambil dari Nama Presiden RI pun diubah menjadi Jembatan Ampera yang artinya Amanat Penderitaan Rakyat.

3. Awalnya bernama Jembatan Bung Karno

Sebagai bentuk apresiasi masyarakat Palembang kepada Presiden RI pertama, Ir Soekarno, untuk pertama kalinya Jembatan Ampera dinamai Jembatan Bung Karno.

Akan tetapi, Presiden Soekarno tak berkenan, terlebih setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Sukarno sangat kuat, maka dipilihlah nama yang memiliki makna Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), yang pernah menjadi slogan bangsa Indonesia pada tahun 1960'an. Sehingga dijuluki Jembatan Ampera

4.     4. Sempat Menjadi Jembatan Terpanjang di Asia Tenggara

Jembatan ini memiliki panjang mencapai 1.177 meter dengan lebar 22 meter serta tinggi 63 meter. Adapun menaranya memiliki rentang 75 meter dengan massa hingga mencapai 944 ton, lho. Makanya, tidak heran kalau jembatan ini pernah menjadi jembatan terpanjang se-Asia Tenggara pada era 1960-an, ya.

5. Memiliki Jam Analog Raksasa

Sebagai bentuk pembenahan jelang Asian Games 2018 yang dihelat di Palembang, Jembatan Ampera pun tak lepas dari perhatian. Jembatan ini dipasangi dua jam analog dengan ukuran besar di kedua menaranya. Pemasangan jam tersebut menjadikan jembatan ini semakin tampak modern dan keren, deh.

Oke temen-temen jadi itulah lima fakta dari keberadaan Jembatan Ampera, semoga kita sebagai masyarakat yang patuh terhadap aturan dan menjunjung tinggi sejarah bisa menjaga kelestarian ikon budaya nya yaa! Jangan melakukan perbuatan yang tidak baik dengan salah satunya mencoret-coret dinding jembatan, tidak membuang sampah ke sungainya dan kita harus sama-sama harus saling menjaga yaa temen-temen!!






 

Sabtu, 27 Maret 2021

EMPAT BARIS






Ketika mimpi tak dapat kau raih

Percayalah kesempatan kan datang menghampiri

Manfaatkan itu dengan pasti

Agar tak kecewakan diri sendiri


- Penggalan empat baris itu aku buat saat terbang ke Palembang untuk mengikuti Tes PDAM Tirta Tapta Musi akhir Juli tahun 2017. Sebelum mengikuti tes ini aku dihadapkan dengan kegagalan Tes dari Kepolisian kemudian berlanjut dengan kegagalan Tes Kemenkumham, CPNS Basarnas, dan tahun berikutnya di Kepolisian. 

Selama Tes PDAM ini jujur aku tidak serius mengikutinya, hanya iseng-iseng, karena niat awal memang akan mengikuti di tes kepolisian tahun berikutnya, dan ternyata ada hikmah dibalik ini semua.  Tes ini berlangsung dari Juli hingga Oktober dan setiap dua minggu sekali pengumuman langsung di websitenya. 

Tes administrasi aku lolos, lanjut tes potensial lolos, lanjut tes toefl lolos, lanjut tes psikologi lolos, lanjut tes wawancara lolos, tetapi diakhir yaitu pantaukhir tidak lolos, Tuhan berkata lain atas apa yang sedang aku alami. Rencana Tuhan memang indah, aku yang setiap tes ini selalu didampingi oleh ibuku, memang harus kembali dan menciptakan momen-momen terakhir untuk nenekku di Palembang. Karena, saat pengumuman pantokhir aku dinyatakan tidak lolos, tidak lama dari situ kami mendapat kabar bahwa nenekku berpulang ke Rahmatullah. Mari doakan beliau semoga Khusnul Khotimah temen-temen. Al-Fatihah untuk nenekku.

Disisi lain aku juga mengikuti Ujian Saringan Masuk jalur mandiri di UNSRI dengan jurusan psikologi tetapi tidak dapat hehehe. Padahal sejujurnya aku dapat SNMPTN di Universitas Bangka Belitung dengan jurusan Ilmu Politik tetapi aku tidak mendaftar ulang dikarenakan beberapa alasan. Eth! Jangan ditiru yaa! Mungkin kegagalan yang aku alami kemarin juga akibat aku yang tidak bersyukur dengan apa yang aku dapatkan kala itu. 

Aku tak berhenti sampai disitu, satu tahun itu juga aku segera berbenah diri, menumbuhkan semangat yang patah, menyibukkan diri dengan melamar pekerjaan, salah satunya sebagai Sales Regulator Gas. Menjadi sales tak pernah ku bayangkan sebelumnya, terik panas siang bolong, kerjasama tim, penolakan dari warga, rumah yang ditutup, kertas yang dibuang, membuat sesak di dada. Dan kala itu juga aku baru tersadar dari apa yang diomongkan oleh alm. ayahku bahwa benar, "mencari uang itu susah". 

Mei 2018 ku dapati lagi kegagalan tetapi beruntung aku menyiapkan cadangan yaitu Tes IPDN, awalnya keluargaku tidak setuju dikarenakan anggapan tentang terdahulu mengenai IPDN bahwa masih ada kekerasan antar senior-junior, sempat aku tidak mendapatkan restu dari orangtua ku, tetapi pada saat tes CAT aku berhasil membuktikan bahwa hasil tes ku mendapat peringkat di 10 besar se-provinsi. 

Dengan pembuktian tersebut bahwa Allah memberikan aku jalan disini, keluargaku mulai luluh dan percaya bahwa mungkin benar rezeki aku disini. Tahap demi tahapan tes aku lalui, dan sampailah aku di tes pusat bertempat di Jatinangor, kali pertama aku meninggalkan keluargaku sendiri dan yang paling ku ingat dari kakak-kakakku mereka berkata bahwa, "Jangan pulang sebelum menggunakan pakaian dinas". Kalimat tersebut membuat aku termotivasi bahwa aku harus berhasil seperti kakak-kakakku dan menjadi kebanggaan bagi mereka semua hingga saat ini dan nanti. 

Penuh syukur ku panjatkan atas doa dari orangtua ku yang sampai ke langit, dijabah oleh Allah SWT, dan penuh harap untuk aku yang masih harus menyelesaikan pendidikan di IPDN kurang lebih satu tahun lagi. Semoga kita selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Amin. 


MASUK IPDN


( Foto ini diambil Juli, 2016 saat saya berkunjung kesini) 

HALOOOOO TEMEN-TEMENNN!! Kali ini, aku akan memposting tentang bagaimana nih caranya masuk ke salah satu perguruan tinggi kedinasan favorit jaman sekarang! Ada yang tahu perguruan tinggi kedianasan apaa yang akan aku bahas? disimak yaa temen-temen, kalau perlu dicatat deh!!

Nahhh, berhubung aku lagi menempuh pendidikan disini maka kali ini aku akan membahas tips and trik masuk ke IPDN! temen-temen pasti tahu kan IPDN itu apa?? kalo ga tahu... ini.. aku kasih tau dehh.. 

IPDN itu kepanjangan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri dulunya terkenal dengan sebutan STPDN. IPDN ini salah satu lembaga pendidikan tinggi milik pemerintah yang bergerak di bidang kepamongprajaan dan bertujuan untuk mencetak kader pemerintahan yang berkompetensi, berkarakter dan berkepribadian.  

Kelebihan belajar di perguruan tinggi kedinasan ini yaitu, tidak dipungut biaya (jadi temen-temen kebutuhan temen-temen ditanggung oleh lembaga dari ujung kaki sampai ke ujung kepala), lalu temen-temen diberi uang saku tiap bulannya (lumayan kan tuh untuk pesiar dan izin bermalam; duh lagi pandemi gaada pesiar), dan yang paling paling dikejer sama orang-orang lulus dari sini temen-temen tidak usah bingung mencari kerja lagi!! lulus dari sini, temen-temen udah diangkat menjadi CPNS dan ditempatkan di Instansi Pemerintah! Eh eh eh tapi tak boleh lupa nih, untuk menggapai itu semua harus melalui proses yang panjang lohhhh! ayo ayo disimak dan dicatat yaaa apa aja yang harus temen-temen lakuinn! CHECKKK!!


1. Persiapan Fisik 

> Tes Kesehatan 

Nah kalo tes ini yaaa temen-temen, harus berangsur dari jauh-jauh hari. Kalau ada niat untuk mendaftar di perguruan tinggi ini maka harus dilakukan cek kesehatan berkala, supaya bisa dilakukan perbaikan terhadap apa yang kurang di badan kita temen-temen. Tes kesehatan ini berlangsung di daerah dan juga di pusat temen-temen. Rangkaian tesnya sama kayak tes yang lain sih pada umumnya, aku sebutin yaa...

* Tes tinggi badan dan berat badan 

* Tes mata

Yang dilihat tingkat kerabunan mata kita (minus/ plus), dan buta warna.

* Tes gigi

* Tes THT

* Tes organ dalam (paru-paru, jantung, dan darah)

* Tes badan bagian luar (bentuk badan, kaki, lengan, tangan, varises, 


> Tes jasmani

Tes jasmani juga harus dibiasakan yah temen-temen, supaya badan kita tidak kaget lagi saat mau tes. Jangan keseringan tapi jangan terlalu santai juga ya temen-temen. Kalau tahun aku kemaren ini dilaksanakan di Jatinangor soalnya masuk ke dalam tes pusat. 

* Tes Lari 12 menit

Usahakan untuk putri 5 putaran dan putra 7 putaran 

* Tes Push-Up

Usahakan untuk putri 37 dan putra 50

* Tes Sit-Up

Usahakan untuk putri 30 dan putra 50

* Shuttle Run

Usahakan untuk putri sebanyak 3 putaran, minimal 19 detik dan untuk putra sebanyak 3 putaran minimal 17 detik

* Chinning

Usahakan untuk putri sebanyak 62 kali

* Pull Up 

Usahakan untuk putra sebanyak 10 kali

 

2. Persiapan Mental 

> Tes Administrasi

Administrasi penting dan jangan dianggap main-main, ini langkah awal tes dimulai dan harus dipersiapkan dengan baik, dari nilai-nilai sekolah seperti nilai UN dan nilai ujian sekolah, lalu berkas seperti KTP, Kartu Keluarga, Piagam Penghargaan, Pelatihan yang diikuti  dan transkrip nilai dari SD sampai SMA 

> Tes CAT

Tes yang paling ditakuti nih, dan banyak yang gugur dari sini temen-temen. Tes CAT ini isinya tes Wawasan Kebangsaan ( Sejarah Indonesia, 4 Pilar Kehidupaan Berbangsa Bernegara, UUD 1945, dan TAP MPR), Tes Intelegensi Umum (matematika dasar, sinonim antonim, dan pelajaran matematika lainnya), yang terakhir Tes Kepribadian pribadi (untuk mengukur karakter pribadi diri, mencerminkan ASN atau tidak)

> Tes Psikologi

Duh, kali ini harus banyak berlatih nih temen-temen karna kadang yang keluar itu yang bukan kita pelajari, makanya kita harus belajar dari banyak sumber temen-temen entah itu dari buku CAT, buku TNI/ Polri, dsb.


Setelah semua langkah-langkah diatas dilakukan maka temen-temen semua harus berdoa dan menyerahkan segalanya dengan yang diatas, yakin bahwa apa yang sudah ditakdirkan oleh temen-temen pasti akan dilalui dan didapatkan hasil yang terbaik. Jangan lupa untuk selalu minta doa dan restu dari keluarga terutama kedua orangtua kita. JIKA GAGAL? JANGAN PERNAH BERHENTI MENCOBA! OPTIMIS BAHWA MIMPI DAN HARAPAN KITA BISA DIGAPAI! 

SESEORANG YANG HEBAT TIDAK TERBENTUR 1 KALI TETAPI BERKALI-KALI! 


Pelangi Cinta- BAB I

Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...