Selasa, 23 September 2025

Surat Cinta untuk Mamake Sayang


Cinta dan kasihku, Mamak,
lima kata yang sarat makna mulia. Engkaulah sosok yang tak pernah akan tergantikan oleh apa pun dan siapa pun. Dengan hati penuh syukur, aku menuliskan ini untuk menyampaikan betapa besar rasa cinta serta kekagumanku padamu. Sejak aku hadir di dunia, engkaulah yang pertama kali kulihat, dan engkau pula yang mengajariku arti kasih sayang tanpa batas. Begitu besar rasa cinta dan sayangmu, Mamak, yang takkan pernah sanggup kubalas dengan apa pun di dunia ini. Sejatinya, tak ada kata yang benar-benar mampu menggambarkan betapa berharganya dirimu dalam hidupku. Tanpamu, aku bukanlah siapa-siapa. Betapa beruntungnya aku terlahir darimu—seorang wanita tulus, ikhlas, dan tangguh mengarungi samudra kehidupan.

Mamak, engkaulah pendamping yang sempurna bagi Bapak, penerang bagi anak-anakmu, dan cahaya yang takkan pernah padam dimakan waktu. Meski ombak kehidupan kerap menerjang, engkau tetap tegar demi satu tujuan: kelak anak-anakmu berhasil menjadi insan yang hebat. Sering kali aku merenung, Mamak, bagaimana mungkin seorang manusia memiliki hati begitu tulus dan sabar, sanggup menghadapi badai kehidupan, lalu bertahan pada keyakinan untuk menghantarkan anak-anakmu pada kesuksesan seperti sekarang—sesuatu yang tak semua orang tua mampu melakukannya. Aku sungguh kagum padamu, Mamak. Doa apa yang senantiasa kau panjatkan hingga Tuhan mengabulkannya, menjadikan kami seperti saat ini? Tentulah pengorbananmu begitu banyak, dan semua itu kuyakini merupakan wujud cinta yang tak ternilai.

Engkau adalah teladan kami dalam menapaki kehidupan. Kunci hidup yang selalu kau tanamkan ialah jangan pernah menyerah untuk mencoba hal-hal yang baik, dan pesan itu akan selalu kupegang erat. Mamak, bila bercermin pada masa lalu, betapa berat perjuanganmu menanggung beban, yang dimulai sejak mengandung, merawat, hingga membesarkanku sampai kini. Semua itu engkau jalani dengan keteguhan serta kasih yang luar biasa. Kakimu yang dulu kokoh menapaki jalan kini kian lemah. Kelopak matamu yang dahulu teduh kini berangsur sayu. Tubuhmu yang dulu tegar menanggung segala ujian hidup, kini perlahan mulai rapuh.

Pada hening malam, kala kulihat dirimu, biarlah aku yang menanggung sakitmu, Mamak! Biarlah aku yang menggantikan tubuhmu yang mulai renta saat ini! Mamak, mungkin begitu banyak kesalahan yang kulakukan padamu—yang melukai hatimu, entah kusadari ataupun tidak. Namun percayalah, Mamak, aku benar-benar menyesalinya. Aku sungguh menyayangkan diriku pernah berbuat hal-hal yang tak kau harapkan. Tetapi percayalah, Mamak, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Aku ingin goresan senyum di pipimu, aku ingin mendengar tawamu, dan kebahagiaan itu pula yang membuatku begitu bahagia.

Kini, ketika aku dewasa, semakin kusadari bahwa engkaulah jantung hidupku, Mamak. Tanpamu, segalanya akan hampa. Takkan ada siapa pun yang mampu menggantikanmu dalam hidupku. Engkau segalanya bagiku, Mamak: cahaya dalam gulita, udara di setiap nafasku, sekaligus alasan bagiku untuk terus berbuat baik. Aku ingin selalu menjadi insan yang lebih baik dan membuatmu bangga.

Mamak, aku tak pernah berhenti memanjatkan doa agar Tuhan selalu melimpahkan kesehatan dan kebahagiaan kepadamu. Panjang umur, Mamakku. Berbahagialah selalu, dan jangan pernah meninggalkanku. Meski kupercaya hal itu mustahil, aku selalu memohon agar engkau tetap ada dalam hidupku. Aku ingin selalu bersamamu, menjadi anak yang mencintai, menghormati, dan membanggakanmu.

Dengan segenap cinta dan doa tulus,

Anakmu, Ardhia Pramesti

 

Minggu, 11 Agustus 2024

Menjelang 1/4 Abad

 Rasanya sudah lama sekali diriku tidak berkata-kata disini, seringkali disimpan didalam hati kemudian berhari-hari di kepala dan lepas di udara. Rindu rasanya, bercerita dengan kata, membebaskan segala pikiran yang tersimpan selama ini. Malam ini detik-detik menjelang seperempat


umurku di dunia yang tak abadi ini, masih banyak sekali kurang dari diri ini yang harus selalu diperbaiki dikit demi dikit karena sejatinya tugas manusia adalah senantiasa belajar. Mengenang setiap pencapaian yang didapatkan sampai dengan hari ini, pengalaman, kejadian, peristiwa, yang menjadikan diri ini seperti ini adalah hal yang terbaik dalam hidup, karena waktu tak bisa diulang bukan? Ingin rasanya kembali menjadi anak-anak, yang belum ada beban sama sekali, dan bebas kesana kemari, ingin rasanya kembali seperti itu, tapi tentunya tidak bisa. Dan, aku hanya ingin bersyukur sampai dengan detik ini, diriku yang seperti ini akan menjadi lebih baik lagi, akan mendapatkan pencapaian luar biasa lagi, akan terkabulkan segala doa dan harapku lagi. Aku yakin, Allah yang maha kuasa pasti mempunyai rencana untuk diriku yang lebih baik lagi kedepannya. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti jalan takdir yang Allah berikan kepada kita, tak bisa melawan karena kita hanya Ummatnya. Seringkali aku bepergian keluar kota, dan dari jendela pesawat memandangi pulau yang tersusun rapi, dan seketika aku berpendapat bahwasanya kita ini kecil dimata Allah SWT, sebentar baginya untuk mengambil diri kita. Dan, kita adalah miniatur, seperti bermain game monopoli, itulah kita. Aku hanya ingin banyak bersyukur sekarang, karena Allah titipkan hal-hal yang baik sekali untuk diriku. Terutama, mamakku yang diberikan kesehatan untuk mendampingi aku sampai dengan sekarang, dan aku harap sampai nanti, nanti, dan nanti sampai aku benar bisa membahagiakannya dengan caraku. Aku bahagia, aku senang, dan aku harap orang yang membaca ini mendoakan umurku yang bertambah seperempat abad! Mari doakan yang baik-baik, agar doa tersebut di jabah Allah SWT dan kembali pada yang mendoakan. 

Ajeng hebat, ajeng keren, Allah selalu berikan kesehatan untuknya, kebahagiaan untuknya, diluaskan rezkinya selama-lamanya, diberikan jodoh yang terbaik diwaktu yang tepat untuknya, dan senantiasa dilindungi Allah SWT. Aamiin

Selalu berbuat baik, dengan dan dimanapun berada. Jadilah sederhana untuk dirimu sendiri. 


Selasa, 23 Mei 2023

Goresan Kecil di Bulan Mei

Datang dan pergi bersembunyi di balik kata hati

Sebenarnya tak ada yang mampu bertahan hingga pasti

Karena sejati kita adalah akhir dari diri sendiri 

Yang mencintai dan menyayangi akan selalu mengiringi 

Bahkan menuju Ridho dari Illahi 


Selalu ada tanya dibalik kata mengapa 

Pada sebab yang tidak diperkenankan ada 

Bagaimana kita harus menyikapinya?

Akankah harus tetap biasa saja?

Atau meyakini semua dapat menjadi biasa?

 

Pada yang berkuasa aku menyerahkan segalanya 

Yang mengetahui yang terbaik bagi hambanya 

Kita hanya manusia biasa dengan segala rencana 

Namun tak dapat melawan keputusan semesta

Dengan doa yang menguatkan untuk tidak apa-apa 







Minggu, 20 November 2022

Praktek Lapangan IV

Mengingat kenangan yang telah lalu adalah hobi saya ketika berada di dalam kesendirian. Seperti halnya saat siang hari ini, kembali saya mengingat kenangan saat Praktek Lapangan IV yang saya jalani pada Bulan Maret 2022 lalu. Rekan - Rekan sekalian, IPDN identik dengan pola pendidikan JarLatSuh. Jar itu sendiri adalah "Pengajaran" yang sehari-hari dilakukan di dalam Kampus dan mengikuti beberapa mata kuliah sesuai dengan program studi yang diambil. Selanjutnya Lat adalah singkatan dari "Pelatihan" yang diimplementasikan nilai ajarnya pada Lingkungan sekitar. Yang terakhir adalah "Suh" yang merupakan pola "Pengasuhan" di dalam kampus, yaitu pola dimana adanya penilaian terhadap kepatuhan, ketaatan terhadap aturan serta atasan dan perilaku yang baik sesama rekan-rekan di dalam kampus. 

Saat ini saya bercerita tentang penerapan nilai-nilai pelatihan di dalam Praktek Lapangan IV yang mana pada saat itu saya mendapat tempat praktek di Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Kota Bandung. Praktek lapangan ini terdiri atas lima orang dengan rekan saya yaitu Danang dan Gales (dari Jawa Tengah), Dandi Satria (Sumatera Utara) dan Nazmi (Aceh). Masing-masing dari kami membawa program sesuai dengan pelatihan yang selama ini didapatkan dan akan dilaporkan ke Dosen Pembimbing masing-masing.

Saya masih ingat betul pada saat itu saya mengambil judul laporan "Peran Satlinmas dalam Pencegahan dan Penyebaran Virus Covid-19 di Kelurahan Arjuna Kota Bandung". Alasan saya mengambil judul laporan tersebut dikarenakan berkaitan dengan Program Studi yang saya tempuh di IPDN yaitu Praktik Perpolisian Tata Pamong dan berkaitan dengan tema yang ditetapkan oleh Fakultas. Selain itu, kasus Covid-19 saat itu masih ada di Kelurahan Arjuna. Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada Pemerintah Kelurahan yang selalu memperhatikan keadaan serta kondisi dari masyarakat sekitar. Dapat dikatakan bahwa usaha yang dilakukan dalam menekan angka terjadinya kenaikan kasus Covid-19 patut untuk dicontoh bagi daerah lainnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya program "woro-woro" setiap pagi mengelilingi tempat-tempat keramaian yang ada di sekitaran Kelurahan Arjuna untuk mengingatkan warga masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, upaya vaksinasi terhadap masyarakat juga gencar dilakukan dengan upaya jemput bola dan di tempat perbelanjaan. 

Selain itu hal yang saya perhatikan selain daripada peran Satlinmas dalam membantu pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 yaitu peran dari Satlinmas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Apresiasi yang begitu tinggi juga saya ucapkan kepada Linmas Kelurahan Arjuna yang aktif menjalankan tugasnya diatas kekurangan yang dimiliki. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah kurangnya partisipasi anak muda untuk bergabung di dalam keanggotaan Linmas. Tapi sejauh itu dari apa yang saya lewati selama menjalankan praktek lapangan di Kelurahan Arjuna terutama dalam penilaian terhadap keanggotaan Linmas dapat saya acungkan jempol. 

Saat malam hari Linmas yang berada di RT/RW Kelurahan Arjuna kompak menjaga lingkungan sekitar dengan melakukan patroli guna mengurangi potensi konflik yang terjadi pada saat malam hari. Alhasil, tingkat kriminal yang terjadi di Kelurahan Arjuna menurun terutama diiringi dengan Pandemi Covid-19 yang terjadi. Selain itu, pada saat Praktek Lapangan IV ini Pemerintah dihadapkan dengan krisis Minyak Goreng yang terjadi. Sebagai bentuk kepedulian maka Satlinmas yang ada di Kelurahan Arjuna pun ikut andil menelusuri Pusat Perbelanjaan, Pasar, Warung yang ada di sekitaran Kelurahan guna mendata ketersediaan minyak goreng di Kelurahan Arjuna. 

Terlepas dari perhatian saya terhadap "Satlinmas/ Linmas" kerjasama antar bidang yang terjadi di Kelurahan Arjuna begitu kompak, terutama dalam mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi dan memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang dapat saya ambil dan saya implementasikan di daerah saya nanti. Ibu Nunung selaku Lurah Arjuna, Pak Seklur, Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan, Pak Reno, dan Bapak/ Ibu di Kelurahan serta Bapak/ Ibu Ketua RW/RT terima kasih banyak atas perhatian, pelajaran, kerjasama, dan kenangan yang telah diukir selama kami melaksanakan praktik lapangan tersebut. Semoga Kelurahan Arjuna selalu menjadi contoh bagi kelurahan lainnya dan program-program yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik, serta Bapak/Ibu diberikan kesehatan yang lebih agar suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali. 


Kegiatan Woro-Woro dalam rangka sosialisasi protokol kesehatan di Taman Pandawa

Kegiatan Patroli malam di RW 03 Kelurahan Arjuna 

Patroli Malam di Taman Pandawa 

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 01

Identifikasi potensi konflik yang terjadi di RW 04


Identifikasi konflik yang terjadi di RW 05

Diskusi bersama Ibu Weni selaku Kasi Pemerintahan mengenai Peran Satlinmas 

Sosialisasi Kelurahan Tangguh oleh Damkar Kota Bandung

Mengunjungi Buruan Sae Kelurahan Arjuna

Mengikuti kegiatan Donor Darah

Pertemuan bersama Camat Cicendo


Menjelang perpisahan

Keluarga Besar Kelurahan Arjuna

Penghormatan terhadap Ibu Lurah Arjuna 

CINTAI PEKERJAANMU












Selasa, 15 November 2022

EMPAT TAHUN YANG TERLEWATI

Mungkin sudah lama sekali saya tidak menulis disini, disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari kesibukan akan skripsi dan permasalahan-permasalahan kehidupan lainnya yang muncul. Namun terlepas dari itu semua, baru dua malam kemarin saya merasakan kerinduan saya akan tulisan yang saya buat dan pengalaman serta pelajaran yang mungkin baik untuk dibagikan kepada teman-teman semua. 

Di kesempatan kali ini dengan ditemani semilir angin diatas meja bekerja saya ingin mengulang masa-masa terakhir saat saya berada di Kampus IPDN Jatinangor untuk menyelesaikan studi akhir di masa pendidikan ini. Masa-masa akhir dapat dikatakan dengan masa yang penuh kerja keras karena akan menyelesaikan studi dan masa itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Bahkan jika bertemu dengan teman lama pun tak akan sama dengan suasana dan kondisi yang sama halnya di dalam kampus. 

Ada beberapa kerinduan yang saya rasakan semenjak saya menyelesaikan studi tiga bulan terakhir. terutama kepada suasana pagi dengan campuran kabut dan suhu yang dapat dikatakan dingin, selanjutnya dengan siklus kehidupan praja yang terkesan begitu membosankan, dengan menu makanan menza yang sangat diidam-idamkan oleh praja (noted; praja pasti ketawa kalau membaca ini) selanjutnya dengan kehidupan tidur siang bagi Praja Utama dan kehidupan kantin baik itu KSP, KCN, dan terakhir yang baru diresmikan dekat dengan asrama putri yang saya lupa namanya sekarang. selanjutnya kegiatan apel malam yang belum tentu dapat dijamin apakah terbebas dari tindakan atau malah mengikuti kegiatan malam. 

Siklus kehidupan praja yang katanya Praja begitu membosankan namun begitu dirindukan jika tidak berada disana lagi, dan itu yang saya rasakan saat ini. ada beberapa momen yang saya tangkap ketika masa-masa akhir menjalani pendidikan di Kampus IPDN Jatinangor. 


(Ini adalah foto yang diambil ketika selesai dari foto Angkatan XXIX)




(Ini adalah SokamKu selama 4 tahun, yang tahu akan perjalanan kisah kehidupan di dalam Kampus)


(Srikandi Kelas H-1 Prodi Praktik Perpolisian Tata Pamong)


(Dan ini, adalah orang-orang hebat yang ada di dalam Kelas H-1) 

Kelasku, Kelas H-1 adalah orang-orang yang hebat, segala kisah yang ada di dalamnya mulai dari kehidupan kelas yang sepertinya saat muda praja dan hingga menggunakan teknologi Gmeet atau Zoom untuk melaksanakan proses pembelajaran akibat Covid-19. Jika diingat saat masa pembelajaran tatap muka kehidupan kelas begitu hidup, mulai dari diskusi langsung, seminar, perdebatan, dan bahkan kisah cinta terjadi didalam kelas. mereka adalah anak-anak yang hebat dari berbagai Provinsi, dan senang rasanya ditemukan dengan mereka. Ada yang tukang tidur yang biasanya menempati tempat duduk paling belakang (Yudha, Dafa, Charles, Baron) selanjutnya ada yang pandai berdebat seperti Feliks, Wahid, Adi dan ada yang biasa-biasa saja namun tak biasa yaitu yang sisa-sisanya HAHAHA. Fyi kami sekelas jumlahnya 34 orang dari berbagai Provinsi di Indonesia. Mereka sangat kompak, sangat seru, sangat tak tergantikan. Semoga lain waktu ada kesempatan untuk dapat bertemu kembali lagi, Rekan-Rekanku H1. 





















Sabtu, 22 Mei 2021

MARTABAK HAR - PALEMBANG


Jadi, alesan aku buat nulis mengenai martabak ini karena lagi iseng-iseng buka album foto eh jadi kepengen makan. HM sayangnya lagi ga di Palembang yaa huft. ADA YANG TAHUU SAMA MAKANAN DIATASS????????? AYO ADA YANG BISA JAWAB GA ITU MAKANAN APA? DARI MANA? RASANYA GIMANA? WAH. makanan itu faavorit aku banget loh! Apalagi malam minggu sekarang ini, malem-malem enaknya makan MARTABAK HAR!  Pada waktu ini aku makannya di outlet Masjid Agung Palembang, tepatnya berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, 18 Ilir.

Martabak HAR atau kependekan dari martabak H. Abdul Razaq adalah kuliner yang sudah eksis di Palembang sejak 07 Agustus 1947. Martabak ini memiliki ciri khas disajikan bersama kuah kari kental yang diberi cabai dan kecap asin. 

Sejarah singkatnya dari martabak HAR bermula dari H. Abdul Razaq. Dulu beliau adalah penjual es batu di Jalan Kebumen atau di sekitar wilayah Pasar 16 Palembang. Usaha tersebut terus digelutinya sampai dagangannya benar-benar laris dan beliau pun mulai beralih untuk menjajakan roti chanai. Nah di awal berdagang roti chanai, H. Abdul Razaq ini memanfaatkan gerobak sebagai media jualan. Dalam beberapa waktu, ia berhasil membangun usaha yang lebih besar lagi dan diberi nama Martabak HAR.

APA SIH YANG MEMBUAT MARTABAK INI SPESIAL? HMM  Rupanya martabak ini disajikan tanpa adanya tambahan bumbu penyedap apapun. Secara umum proses pembuatan Martabak HAR hampir sama dengan martabak pada umumnya. Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan antara lain tepung terigu, garam, air, telur ayam, telur bebek, bahan membuat kuah kari, dan yang lainnya.  Dengan adonan yang cukup tebal, kalian akan merasakan kenyang saat memesan satu porsi saja. Harga yang ditawarkan saat itu adalah Rp23.000 untuk telur ayam dan Rp25.000 untuk telur bebek, tempat inipun tak pernah sepi dari pengunjung.

JADI PENASARAN GA GUYS? YOK DATENG KE PALEMBANG DAN RASAKAN SENSASINYA. BEDA LOH KALAU MAKAN LANGSUNG DARI TEMPATNYA! HEHEEEEE :)))

 




DANAU KAOLIN - BANGKA TENGAH

 


HAY GUYS! Sudah lama tak berjumpa di laman ini, dikarenakan lagi sibuk nugas HEHE. Kali ini aku akan membagikan sedikit cerita aku mengenai salah satu aset wisata di Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi, foto yang diatas itu aku ambil pada tahun 2017 ya guys saat liburan sepupu aku dari Palembang. Nama wisata tersebut adalah... 'Danau Kaolin'.  

Danau Kaolin bertempat di Desa Nibung merupakan bekas tambang timah masyarakat yang ditinggalkan dan  menyisakan warna air biru dengan pemandangan yang indah dikarenakan areanya luas dan sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Letaknya sekitar 70km dari pusat Kota Pangkalpinang sekitar kurang lebih satu setengah jam perjalanan. 

Nah, sepanjang perjalanan menuju Danau Kaolin ini para pengunjung sepanjang perjalanannya dapat menikmati pantai yang membentang ditepi jalan. Menyejukkan mata bukan guys? Oh iya sepanjang perjalanan masuk ke tempat wisata ini juga jalanannya sudah aspal ya guys jadi memudahkan para pengunjung untuk berwisata! (gaperlu ribet untuk cuci kendaaran lagi kalau pulang hihihi).

Oh iya guys selain warnanya yang biru, jernih dan memukau. Para pengunjung juga akan menyaksikan warna hijau yang saling bersebelahan yang semakin menambah indah fenomena alam tempat wisata ini. Kemudian, timbunan galian pasir berwarna putih disisi luarnya seolah memberikan efek dramatis dan mengagumkan loh! Tapi eh tapi guys; harus tetap berhati-hati juga yaa kalau turun ke bawah ataupun mendaki atas galian dikarenakan adanya tumpukan pasir bekas galian yang berlubang dan menyebabkan licin sehingga membahayakan ketika dipijak. 

Nah menurut aku guys, jika mau berkunjung kesini sebaiknya saat pagi menjelang siang, siap-siap pakai sunscreen yang spfnya tinggi yaa karena PANAS BANGET! tapi setelah sampai yakin deh ga dikecewakan karena sinar mentari yang menyinari permukaan air ini bakal menguatkan bias biru dan hijau sehingga membuat pemandangan disini terlihat makin berkilau dan memesona!

OOHHH IYA SATU LAGI kalau kesini jangan lupa membawa kamera ya guys supaya bisa diabadikan! jaga kebersihan disekitar tempat wisata juga dan ingat aturan-aturan yang berlaku lagi disini hehehe




Pelangi Cinta- BAB I

Sebetulnya ini novelet yang saya tuliskan dari tahun 2017 hingga di masa kedua saat saya menjalani pendidikan di perguruan tinggi kedinasan,...